KAJIAN BAKTERI PENGHASIL HORMON TUMBUH IAA SEBAGAI PUPUK ORGANIK HAYATI DAN KANDUNGAN IAA SELAMA PENYIMPANAN

KAJIAN BAKTERI PENGHASIL HORMON TUMBUH IAA

SEBAGAI PUPUK ORGANIK HAYATI DAN KANDUNGAN IAA SELAMA PENYIMPANAN

Oleh : Sarjiya Antonius, Dwi Agustyani, Hartati Imamuddin, Tirta Kumala Dewi, dan Nur Laili

Department of Microbiology, Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences, Cibinong Science Center-Cibinong

Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 46 Cibinong Indonesia

sarj.antonius@gmail.com

ABSTRAK

Zat pengatur tumbuh (ZPT) tanaman sangat penting perannya dalam mendukung pengembangan dan pertumbuhan tanaman. Sudah pasti benih (biji) tidak akan berkecambah atau tumbuh dan berkembang tanpa ada peran dari ZPT. Rizobakteri pemacu tumbuh tanaman (RPTT) diketahui mampu menghasilkan hormone tumbuh, seperti auksin, sitokinin, dan gibberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rizobakteri pemacu tumbuh tanaman (RPTT) dalam menghasilkan IAA dan kandungan IAA pada pupuk organik setelah penyimpanan pada rentang waktu yang berbeda. Mikroba penghasil IAA telah diisolasi dari beragam ekosistem. Kemudian dikarakterisasi pengaruh prekusor Tryptophan terhadap kemampuan RPTT dalam memproduksi IAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri penghasil IAA dapat diisolasi tidak hanya dari ekosiostem perakaran, tetapi juga dari tanah tumpukan limbah tandan pisang. Bakteri RPTT yang diisolasi dari limbah tandan pisang menunjukkan aktifitas produksi IAA paling tinggi. Sekitar 10 isolat unggulan terpilih digunakan dalam formula pupuk organik hayati (POH) dengan bahan organik yang mudah didapat dan dari monitoring selama penyimpanan, ternyata kandungan IAA semakin meningkat ketika dalam penyimpanan.

Kata kunci: bakteri perakaran, zat pengatur tumbuh, pupuk organik hayati

Download full papper 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *