STRATEGI KONSERVASI TANAH DALAM SISTIM PERTANIAN ORGANIK TANPA OLAH TANAH

STRATEGI KONSERVASI TANAH DALAM SISTIM PERTANIAN ORGANIK TANPA OLAH TANAH

Oleh : Deddy Erfandi

Balai Penelitian Tanah

Jalan Tentara Pelajar No. 12 Bogor 16144

deddyerfandi@yahoo.co.id

ABSTRAK

Kaidah konservasi tanah diunggulkan untuk mengurangi penurunan kualitas tanah, sehingga produktivitas tanah dapat dipertahankan atau ditingkatkan. Praktek konservasi tanah umumnya dapat mengurangi kecepatan aliran permukaan dan erosi tanah serta, meningkatkan kadar bahan organik tanah. Tantangan bagi produsen adalah untuk menemukan dan menerapkan system konservasi tanah yang sesuai dengan komoditas dan spesifik lokasi. Disamping itu tantangan yang besar untuk pertanian organik adalah tanpa penggunaan herbisida, sehingga gulma tumbuh dengan bebas. Dalam tulisan ini dibahas teknik konservasi tanah dalam mendukung sistim pertanian organik. Erosi tanah yang disebabkan oleh air hujan bukan hanya mengangkut partikel-partikel tanah saja, tetapi juga mengangkut hara tanaman dan bahan organik yang berasal dari dalam tanah maupun dari input pertanian. Hal ini menyebabkan kualitas lahan menjadi turun dan produktivitas tanaman rendah. Pengolahan konservasi tanah masih kurang popular dan belum banyak diterima secara luas di masyarakat petani organik, karena perlakuan pengolahan tanah tersebut masih dianggap untuk mengendalikan gulma. Namun pengolahan konservasi tanah memiliki tujuan jauh kedepan yaitu untuk mempertahankan kelembaban tanah dan mengurangi erosi tanah dengan cara menutup sepertiga lahan dengan pengmbalian sisa tanaman. Untuk itu petani organik didorong untuk mengadopsi pengolahan konservasi tanah untuk mempertahankan kualitas, kesuburan tanah dan mencegah degradasi tanah serta pemadatan tanah. Manfaat dari pengolahan konservasi tanah dalam pertanian organik selain berkurangnya erosi, juga makroporositas menjadi lebih besar pada permukaan tanah. Kelemahan pengolahan konservasi tanah dalam pertanian organik adalah tekanan yang lebih besar dari gulma rumput pada daerah dengan curah hujan tinggi. Pendekatan inovatif untuk strategi pengolahan konservasi tanah, seperti mulsa abadi, kontrol mekanik tanaman penutup, dan pengolahan rotasi tanaman merupakan perlakuan yang dapat diterapkan secara bersama-sama dengan pengolahan minimum. Pengolahan tanah minimum dan pengolahan tanah dengan mulsa jerami sangat efektif dalam mengurangi aliran permukaan dan erosi tanah dibandingkan dengan pengolahan tanah konvensional.

Kata kunci: mulsa, rotasi tanaman, tanpa olah tanah, pertanian organik

Download full papper 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *