PENINGKATAN PRODUKSI SALAK VARIETAS GULA PASIR (Salacca edulis) DENGAN INOVASI PEMUPUKAN PUPUK KANDANG SAPI

PENINGKATAN PRODUKSI SALAK VARIETAS GULA PASIR (Salacca edulis)

DENGAN INOVASI PEMUPUKAN PUPUK KANDANG SAPI

Oleh : I Nyoman Adijaya dan I Made Rai Yasa

Balai pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali

Jalan By Pas Ngurah Rai Pesanggaran, Denpasar

n_adijaya@yahoo.com

ABSTRAK

Pola berbunga salak varietas Gula Pasir setiap tiga bulan sekali, namun panen umumnya dilakukan hanya dua kali yaitu panen raya dan panen gadu. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor pembatas dalam produksi tanaman, salah satunya terbatasnya unsur hara. Petani sangat jarang melakukan pemupukan sehingga mempengaruhi produktivitas dan pola panen. Kajian pemupukan organik dilakukan di Kelompok Tani Amerta Pala, Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali sejak April 2013 sampai Mei 2014. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok empat ulangan, menggunakan tanaman salak umur 6-7 tahun yang telah berproduksi. Perlakuan yang diuji yaitu dosis pupuk kandang sapi : 0, 5, 10, dan 15 kg/tanaman/tahun. Parameter yang diamati adalah jumlah tandan panen per tanaman, berat tandan per tanaman, berat buah per tandan, berat buah per tanaman. Pengamatan dilakukan dengan urutan panen gadu dan sela II (Juni-Nopember), panen raya (Januari-Pebruari), serta panen sela I (Maret-Mei). Analisis usahatani dihitung pada luasan 25 are (400 pohon). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dosis pupuk kandang sapi sampai 10 kg/tanaman meningkatkan produktivitas tanaman. Aplikasi pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap parameter komponen hasil tanaman, ditunjukkan dengan peningkatan bobot buah per tanaman sebesar masing-masing 37,66; 54,90; dan 53,68% pada pemupukan 5, 10, dan 15 kg/tanaman dibandingkan dengan tanpa pemupukan. Pemupukan dengan pupuk kandang sapi mampu meningkatkan hasil panen gadu dan sela II, panen raya dan panen sela I. Analisis usahatani pada skala 25 are (400 pohon) menunjukkan peningkatan dosis pupuk kandang sapi memberikan peningkatan keuntungan, namun menurunkan B/C ratio. Keuntungan per tahun meningkat dari Rp 15.072.520 (tanpa pupuk) menjadi Rp 19.317.400 (5 kg/tanaman/tahun), Rp 21.033.000 (10 kg/tanaman/tahun) dan Rp 19.501.100 (15 kg/tanaman/tahun), sedangkan B/C ratio menurun berturut-turut 6,70; 4,07; 3,12; dan 2,23.

Kata kunci: salak Gula Pasir pola produksi, pemupukan organik, usahatani

Download full papper 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *