Survei lapangan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat untuk RPIK Lada ke Tanggamus Lampung

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat beserta Pusat Penelitian Perkebunan bersama instansi lainnya (Balittri, BBSDLP, BB Mektan, BB Pasca Panen, BBP2TP, dan Balittanah) dibawah Badan Litbang Pertanian telah melaksanakan kunjungan dinas pada tanggal 25-29 Mei 2021 ke Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka survei lokasi RPIK Lada di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kegiatan pertama dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2021 yaitu Pertemuan dengan Kepala Bappeda Lampung untuk membahas kegiatan survei lokasi RPIK Lada yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tanggamus.

Kegiatan selanjutnya pada hari Selasa, 26 Mei 2021 yaitu Pertemuan dengan Bupati Tanggamus, Dinas Pertanian, Dekan Faperta Unila serta Penyuluh pertanian di BPP Pulau Panggung, Tanggamus, Lampung dalam rangka membahas program kerjasama RPIK lada serta menentukan lokasi survei lada di beberapa daerah Tanggamus. Setelah itu dilaksanakan survei lokasi daerah Karang Sari dan Sidomulyo, Pulau Panggung, serta beberapa lokasi monokultur Lada, dan polikultur Lada dan Kopi.

Kegiatan Rabu, 27 Mei 2021 yaitu Survei lokasi ke daerah pulau panggung dan air naningan selanjutnya pertemuan dan diskusi di BPP Pulau Panggung membahas keadaan lahan daerah tersebut serta bagaimana pemetaannya. Kegiatan Kamis, 28 Mei 2021 yaitu masih dilaksanakan survei lokasi daerah Batu Bedil dan Air naningan, dalam rangka mempelajari aplikasi Avenza Map oleh BBSDLP. Pada hari Jumat, 29 Mei 2021, kegiatan survei dan pemeriksaan kembali keadaan lahan serta pertemuan di rumah Kelompok tani untuk membahas keseluruhan kegiatan RPIK Lada serta menentukan lokasi mana yang akan digunakan.

Kegiatan RPIK Lada ini terdiri dari Denfarm Lada dan lada-Kopi, Kebun benih lada, Biopestisida, SOP/GAP Lada dan Intercrropping Lada kopi, produk lada hitam higienis, Produk berbasis kopi-lada, serta rekomendasi kesesuaian lahan lada di Lampung. Perkiraan luas lahan yang telah disurvei tanggal 25-29 Mei 2021 adalah ± 31 ha, yang secara administratif terdapat pada daerah Karang sari dan Sidomulyo, bahan induk tanah vulkan, kemiringan lereng antara berombak bergelombang.

Keadaan tanaman baik, perkiraan populasi pertanaman 800 – 1400 tanaman/ha, perlu sulaman ±15% (monokultur lada). Jumlah rata-rata tanaman lada eksisting sebanyak 175 pohon/ha dan kopi robusta sebanyak 1254 pohon/ha (intercropping lada dan kopi). Pemeriksaan intensitas serangan Organisme Pengganggu Tanaman dan keragaman penyakit juga telah dilakukan. Penggerek batang menjadi perhatian utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *