POTENSI DAN PERMASALAHAN MODEL USAHATANI PADI DI WILAYAH SUBAK CALON PELAKSANA PROGRAM GERBANG PANGAN DI KABUPATEN TABANAN BALI

POTENSI DAN PERMASALAHAN MODEL USAHATANI PADI DI WILAYAH SUBAK

CALON PELAKSANA PROGRAM GERBANG PANGAN DI KABUPATEN TABANAN BALI

Oleh : I Made Rai Yasa dan I Nyoman Adijaya

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali

Jalan By Pass Ngurah Rai Pesanggaran-Denpasar

bptp_bali@yahoo.com

ABSTRAK

Kabupaten Tabanan merupakan lumbung berasnya Provinsi Bali, karena 24,5% beras di Bali dipasok oleh daerah ini. Untuk meningkatkan produksi beras, mulai tahun 2013 Pemda Kabupaten Tabanan memprogramkan gerakan pembangunan pertanian (Gerbang Pangan). Program ini diawali dengan penelitian untuk menganalisis potensi dan permasalahan model budidaya padi dengan metode Participatorry Rural Appraisal (PRA). Penelitian dilaksanakan sejak Juli sampai September 2013, di enam subak, di enam kecamatan. Tiap-tiap lokasi, melibatkan 60 orang yang terdiri dari petani, PPL, dinas teknis, Bappeda, aparat desa, termasuk kalangan swasta, dan peneliti serta penyuluh BPTP Bali selaku fasilitator. PRA dilakukan dengan memanfaatkan enam metode, namun pada makalah ini hanya memaparkan hasil dari dua metode (metode analisis finansial dan sejarah program), dengan pokok bahasan terkait penggunaan pupuk dan pestisida. Hasil penelitian menunjukkan, petani di enam subak mengeluarkan biaya pupuk 7,3% lebih rendah dibandingkan biaya usahatani padi pada laboratorium lapang (LL) kegiatan sekolah lapang pengelolaan tananaman terpadu (SLPTT) padi, namun menggunakan biaya pestisida rata-rata 3,1% lebih tinggi dibandingkan pada LL SLPTT. Hasil analisis juga menunjukkan, penggunaan biaya pupuk tertinggi (di atas lab lapang) dikeluarkkan oleh petani di Subak Bulung Daya yang mencapai 33,3%, dan biaya pestisida tertinggi oleh Subak Meliling, yakni mencapai 19,2%; padahal dari metode sejarah program diketahui, seluruh subak yang diteliti telah pernah mendapatkan program SLPTT padi. Dengan demikian, perlu dilakukan pendampingan yang bersifat spesifik lokasi, sesuai dengan permasalahan masing-masing.

Kata kunci: Potensi dan permasalahan, usahatani padi, subak

Download full papper

3 thoughts on “POTENSI DAN PERMASALAHAN MODEL USAHATANI PADI DI WILAYAH SUBAK CALON PELAKSANA PROGRAM GERBANG PANGAN DI KABUPATEN TABANAN BALI

  • Jumat Agustus 2nd, 2019 at 11:21
    Permalink

    I intended to draft you a bit of note to be able to say thanks a lot again on the magnificent tips you’ve documented in this article. It has been unbelievably generous of you to supply unreservedly precisely what numerous people would’ve distributed as an e book to help make some money for their own end, notably considering the fact that you could have done it in case you desired. The ideas in addition served to be a great way to understand that other people have a similar keenness the same as my personal own to realize whole lot more regarding this issue. I’m sure there are millions of more enjoyable periods in the future for people who go through your blog post.

    Reply
  • Sabtu Pebruari 29th, 2020 at 05:51
    Permalink

    mantap, tulisan ini sangat mudah dimengerti. saya jadi mengerti banyak hal dari artikel ini. mantap!!!

    Reply
  • Sabtu Pebruari 29th, 2020 at 02:30
    Permalink

    mantap, web ini sangat bagus. gua jadi mengetahui banyak hal dari blog ini. keren!!!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *