PEMANFAATAN HASIL PEKARANGAN DALAM MENDUKUNG PERTANIAN ORGANIK

PEMANFAATAN HASIL PEKARANGAN DALAM MENDUKUNG PERTANIAN ORGANIK

Retno Utami Hatmi, Nurdeana Cahyaningrum, dan Nugroho Siswanto

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta

Jalan Stadion Maguwoharjo No. 22 Ngemplak Sleman Yogyakarta

tamibptp@yahoo.co.id

ABSTRAK

Hingga tahun 2014, Badan Litbang Pertanian masih menjalankan optimalisasi pekarangan melalui program M-KRPL (model kawasan rumah pangan lestari). Pertanian organik di Indonesia terbagi menjadi tiga (3) versi, yaitu LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture), pertanian non-pestisida, dan pertanian organik seutuhnya. Sedangkan, optimalisasi pekarangan yang dilakukan saat ini telah dikelola menurut versi LEISA. Hasil pekarangan yang banyak ditemui salah satunya adalah buah tomat. Tujuan pengkajian ini adalah mengkaji kandungan nutrisi buah tomat pada tiga tingkat kematangan yang paling berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan manisan. Hasil analisa laboratorium tersebut kemudian dianalisa secara statistik menggunakan metode One Way Anova, dilanjutkan uji Duncan. Kandungan nutrisi tersebut mencakup : kadar air (>93%), kadar abu (>0,38%), protein (>0,63%), lemak (>0,19%), serat kasar (>1,99%), karbohidrat (>1,30%), energi (>10,30 cal/100 g), gula total (>1,17%), vitamin C (>31,07 mg/100 g), betakaroten (>2023.83 mg/100 g). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa buah tomat dengan tingkat kematangan sedang paling berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan manisan tomat.

Kata kunci: KRPL, pekarangan, tomat, tingkat kematangan

Download full papper 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *