PERTANIAN ORGANIK LABALAWA, SEBUAH KEARIFAN LOKAL BERUSIA RATUSAN TAHUN DI KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA

PERTANIAN ORGANIK LABALAWA, SEBUAH KEARIFAN LOKAL BERUSIA RATUSAN TAHUN

DI KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Oleh : Ray March Syahadat1), Safarudin2), dan Nuraini1)

1) Program Studi Arsitektur Lanskap, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor

Jalan Raya Darmaga, Kampus IPB Darmaga Bogor 16680

raymarch.syahadat@gmail.com

2) Yayasan Samalobula Jalan La Buke

Kelurahan Labalawa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau-Sulawesi Tenggara

ABSTRAK

Indonesia sebagai negara agraris dan multi etnis memiliki banyak tradisi dalam bercocok tanam. Meskipun saat ini modernitas telah menjamur, namun masih ada beberapa daerah yang menjunjung tinggi kearifan lokal dalam bercocok tanam. Masyarakat Labalawa di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara misalnya. Labalawa merupakan salah satu perkampungan tua di Kota Baubau yang usianya ratusan tahun. Keberadaanya tidak dapat dipisahkan dari Kerajaan Tobe-Tobe yang merupakan kerajaan tua sebelum terbentuk Kerajaan Buton di Sulawesi Tenggara. Mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai petani organik dengan menerapkan cara bercocok tanam yang usianya diperkirakan mencapai ratusan tahun. Uniknya meskipun tinggal di dataran tinggi dan jauh dari laut, tetapi petani setempat berprofesi ganda sebagai nelayan tradisional. Kebudayaan intangible ini sangat rentan hilang walaupun saat ini kondisinya terpelihara baik. Untuk itu perlu dilakukan pendataan mengenai kearifan lokal tersebut terlebih masyarakat setempat tidak mengenal tradisi tulisan dalam menjaga kebudayaan pertanian mereka, disamping terjadinya fenomena penurunan minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Tujuan penelitian ini yaitu (1) menginventarisasi prinsip-prinsip budidaya pertanian organik yang berakar pada kearifan lokal yang diterapkan di Labalawa; (2) merumuskan nilai penting tradisi pertanian organik Labalawa; dan (3) memberikan rekomendasi pelestarian sistem pertanian organik Labalawa. Penelitian dilaksanakan sepanjang Maret 2014 dengan menggunakan metode kualitatif dengan cara penelusuran sejarah, wawancara, dan observasi lapang. Data yang diperoleh kemudian diolah secara deskriptif dan dilakukan penilaian nilai penting. Hasil yang diperoleh masyarakat membudidayakan komoditas dengan tata cara yang diwariskan turun-temurun. Terdapat pembagian tata ruang yang mengatur letak lokasi pertanian. Ritual adat dilakukan sejak sebelum penanaman hingga panen. Komoditas yang banyak dibudidayakan yaitu tanaman jagung, umbi-umbian, dan sayuran. Tradisi bercocok tanam organik Labalawa memiliki nilai penting yaitu nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Upaya pengembangkan agrowisata untuk melestarikan kebudayan pertanian organik Labalawa, memiliki potensi yang besar sebab terdapat beberapa situs bersejarah yang dapat dijadikan pendukung sebagai daya tarik tersendiri.

Kata kunci: nilai penting, budaya, sejarah, ilmu pengetahuan, agrowisata

Download full papper 

Leave a Reply

Your email address will not be published.