Kunjungan Peserta Kegiatan Pelatihan Pra Purna Bhakti Ke-8 Kementerian Luar Negeri

Pada 23 April 2015, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) mendapat kehormatan karena dijadikan tempat pembukaan kegiatan Pelatihan Pra Purna Bakti ke-8 tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri.  Kegiatan Pelatihan Pra Purna Bhakti ke-8 kali ini diikuti oleh 50 partisipan yang terdiri dari para Duta Besar, Pejabat dan Pegawai Kementerian Luar Negeri yang akan memasuki masa purna bhakti dua sampai tiga tahun lagi. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat selain dijadikan tempat pembukaan Pelatihan juga dijadikan tempat agenda kunjungan lapang.

Saat acara Kunjungan Lapangan ke Balittro, Tim Kementerian Luar Negeri dipimpin langsung oleh Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Luar Negeri, Dra. Rosmalawati Chalid, Msi. dan diterima secara resmi oleh Dr. Sukamto, yang pada kesempatan tersebut mewakili Kepala Balittro.

Dalam sambutannya Ibu Kepala Biro, Dra. Rosmalawati Chalid, Msi. Menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan Pra Purna Bhakti Kementerian Luar Negeri ke-8 Tahun 2015 ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas wawasan dan pengetahuan para partisipan Pra Purna Bhakti di Kementerian Luar Negeri. Ibu Dra. Rosmalawati Chalid, Msi juga mengharapkan Balittro dapat menambah wawasan baik dalam bentuk penyajian maupun Demo Praktek mengenai pentingnya rempah dan obat untuk kesehatan keluarga kepada para partisipan.

Dalam sambutannya, Dr. Sukamto mengapresiasi kegiatan kunjungan ini dan menyampaikan selayang pandang mengenai profil Balittro beserta tugas, kegiatan dan kemajuan kegiatan penelitian yang telah dicapai sampai saat ini. Acara Pembukaan ditutup dengan pemberian cinderamata dari Balittro kepada Ka Biro Kepegawaian  Kementerian Luar Negeri, berupa beberapa publikasi ilmiah hasil penelitian Balittro.

Pemaparan materi Tanaman Rempah dan Obat disampaikan oleh narasumber Ibu Ir. Ana Bagem Sembiring selaku nara sumber peneliti tanaman obat di Balittro dalam paparannya menyampaikan perlunya harmonisasi  di bidang standar dan mutu obat tradisional guna meningkatkan pemanfaatan tanaman obat secara maksimal. Standarisasi yang telah dianjurkan diantaranya untuk simplisia, supaya mendapat efek atau pengaruh yang dapat terulang dari bahan tanaman yang digunakan.   Mutu sediaan herbal sangat dipengaruhi oleh mutu simplisia yang digunakan diantaranya sumber simplisia, cara pengolahan dan penyimpanan harus dilakukan dengan cara yang baik berpedoman pada GAP (Good Agriculture Practices). Standarisasi juga diarahkan untuk dapat memenuhi tiga paradigma yaitu Quality – Safety –Efficacy (Mutu – Aman – Khasiat),  seperti yang berlakuan pada produk-produk farmasi lainnya. Peranan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya untuk menjadikan bahan baku menjadi lebih bermutu dari sumber bahan tanaman merupakan aspek penting yang tidak dapat diabaikan, karena kualitas bahan baku tanaman obat dipengaruhi oleh faktor internal (genetik) dan eksternal (lingkungan, cara budidaya, cara panen, proses pasca panen dan sebagainya).

Rangkaian kegiatan kunjungan, dilanjutkan dengan demo pembuatan sabun herbal dan demo pembuatan minuman herbal secang fit.  Adapun cara pembuatan pembuatan sabun herbal dan minuman herbal secang yang dibagikan kepada para Pra Purna Bhakti adalah

Agenda terakhir kunjungan dari Pra Purna Bakti ke-8 tahun 2015 Kementerian Luar Negeri adalah obervasi lapang ke Kebun Wisata Ilmiah Tanaman Obat dan Griya Jamu, yang dipandu oleh Bapak Dedi Rosadi dan Bapak Entjep Rahmat.  (Efiana-Balittro).

Leave a Reply

Your email address will not be published.