EVALUASI PRODUKSI DAN KETAHANAN JAMBU METE TERHADAP HAMA HELOPELTHIS

EVALUASI PRODUKSI DAN KETAHANAN JAMBU METE TERHADAP HAMA HELOPELTHIS

S. Purwiyanti, N. Bermawie, S. Wahyuni dan Warsi R. Atmaja

ABSTRAK

Jambu mete merupakan komoditas perkebunan yang cukup potensial untuk dikembangkan di Indonesia dalam rangka meningkatkan ekspor non migas. Tanaman jambu mete banyak dikembangkan pada lahan marginal yang beriklim panas dan kering seperti di NTB, Bali, NTT, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Namun produktivitas jambu mete di Indonesia masih cukup rendah, hal ini disebabkan oleh budidaya yang masih sederhana, belum menggunakan bahan tanaman unggul sebagai benih dan  serangan hama Helopeltis spp. Upaya yang efektif untuk menanggulangi permasalahan rendahnya produktivitas jambu mete adalah melalui penggunaan varietas unggul yang toleran terhadap hama Helopeltis spp dan perbaikan sistem budidaya pemupukan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  potensi produksi dan tingkat toleransi plasma nutfah jambu mete terhadap hama Helopelthis spp Penelitian ini dilaksanakan di KP. Cikampek dan Rumah Kaca, Balittro, Bogor mulai bulan Januari-Desember 2012. Kegiatan dilaksanakan di lapang dan di laboratorium. Bahan tanam yang digunakan adalah 60 jenis tanaman jambu mete. Pengamatan dilakukan terhadap karakter morfologi, produksi, mutu dan tingkat toleransi terhadap hama Helopeltis spp. Karakter yang mempunyai korelasi positif yang besar terhadap produksi  dapat digunakan sebagai parameter utama dalam pengamatan untuk kriteria seleksi tanaman berproduksi tinggi.  Hasil penelitian menunjukkan jenis tanaman jambu mete yang memiliki produksi diatas rerata adalah B02 No.2, Nigeria No.1-8, La Ode Gani No.3-4, La Ode Kase No.1, Arsyad Labone No.1-4, MR 851 No.2, Muncok Maros No.1 dan Oniki II No.4. Produksi tertinggi dihasilkan oleh La Ode Kase No.1. Pada perlakuan preferensi dengan pilihan, kerusakan tanaman yang relatif rendah ditemukan pada jenis B02 1.2, Muncak Maros 1, Oniki III 1.3.5 dan Oniki IV 4.5, masing-masing sebesar 46.67%.  Diduga keempat nomor tersebut relatif toleran terhadap pengisap pucuk Helopeltis spp. Sedangkan hasil pengujian preferensi tanpa pilihan menunjukkan jenis Srilanka 1, La Ode Kase 1, Oniki IV 2 dan Mojokerto 2 tidak begitu disukai oleh hama Helopeltis spp. Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai tetua persilangan untuk tahun 2013 dengan karakter toleran hama Helopeltis dan produksi tinggi adalah B02 No.1.2, Muncok Maros No.1, La Ode Kase No.1 dan Oniki IV No.2.

Kata kunci: Anacardium occidentale, produksi, mutu, ketahanan, hama Helopeltis spp

ABSTRACT

Cashew is a potential commodity to be developed in Indonesia as non-oil exports commodity. Cashew is usually planted on marginal land which have dry climates such as NTB, Bali, NTT, South Sulawesi and Southeast Sulawesi. However the productivity is still low, caused by the improper cultivation technique such as not using a superior plant material and also the presence of Helopeltis spp as main pest in cashew. The problems can be solved through the use of high yielding varieties which are tolerant to Helopeltis spp and supported by the improvement of fertilization technology. The objective of the research was to determine the potency of cashew production and the level of tolerance of cashew germplasm to Helopelthis spp. The research was conducted in KP. Cikampek and the greenhouse, IMACRI, Bogor from January to December 2012.  The research activities were carried out in the field and laboratory. Planting materials used were 60 varieties of cashew. Parameters observed were morphological characteristics, production, quality and level of tolerance to Helopeltis spp. Characteristics with significant positive correlation to production can be used as the main parameter to select high-yielding varieties. The result showed varieties with high yield were B02 2, Nigeria 1-8, La Ode Gani No.3-4, La Ode Kase 1, Arsyad Labone 1-4, MR 851 # 2, # 1 and Oniki Muncok Maros II 4. La Ode Kase 1 had the highest yield. The choice preference test showed a relatively low crop damage at 46.67% was found on B02 1.2, Muncak Maros 1, 1.3.5 and Oniki Oniki III IV 4.5. It indicated that those four varieties were relatively tolerant to Helopeltis spp. On the other hand, the non-choice preference test showed that Srilanka 1, La Ode Kase 1, 2 and Mojokerto Oniki IV 2 not so favored by Helopeltis spp. The plants that can be used as parent trees for hybridization in 2013 with Helopeltis tolerant and high production characteristic were B02 No.1.2, Muncok Maros 1, La Ode Kase Oniki IV # 1 and # 2.

Keywords: Anacardium occidentale, , production, quality, tolerance, Helopeltis spp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *