PERAKITAN VARIETAS NILAM HEMAT PUPUK (≥ 25% DOSIS STANDAR) DENGAN PRODUKTIVITAS ≥300 KG/HA

PERAKITAN VARIETAS NILAM HEMAT PUPUK (≥ 25% DOSIS STANDAR) DENGAN PRODUKTIVITAS ≥300 KG/HA

O. Trisilawati, D. Seswita, M. Djazuli dan Sukamto

ABSTRAK

Pada umumnya areal pertanaman nilam mempunyai tingkat kesuburan yang rendah, sedangkan untuk dapat tumbuh baik dan berproduksi optimal budidayanya membutuhkan kondisi kesuburan lahan yang sesuai. Asupan hara NPK yang diberikan untuk mendapatkan produksi nilam yang optimal pada lahan yang kurang sesuai cukup tinggi. Saat ini varietas nilam yang responsif terhadap pemupukan dosis yang lebih rendah belum tersedia, selain itu penggunaan pupuk kimia dalam waktu yang lama akan mengakibatkan degradasi lahan baik secara fisik, kimia dan biologi, serta memberatkan petani. Untuk itu diperlukan penelitian perakitan budidaya nilam hemat pupuk dengan kegiatan Evaluasi respon empat nomor harapan nilam terhadap input pupuk rendah (pengurangan 25-50% dosisstandar) di lapang.Tujuan penelitian ini adalah: 1. mendapatkan dua (2) nomor harapan nilam responsif terhadap dosis pupuk rendah (pengurangan 25-50% dosis pupuk standar), 2. mengevaluasi karakter morfologi, daya hasil dan mutu 4 nomor harapan nilam responsif terhadap pengurangan 25% dosis pupuk standar. Penelitian dilakukan di dua lokasi agroklimat yang berbeda (200 – 600 m dpl.) di daerah pengembangan budidaya nilam di Jawa Barat. Metodologi penelitian menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK), dua faktor (nomor harapan dan pupuk) yaitu nomor harapan GR 1, GR 4, DRI, ATG 1, dan 1 varietas pembanding (kontrol), dan 3 dosis pupuk, yaitu a). dosis terrendah, 50% dari dosis anjuran (50kg N + 20kg P2O5 + 50kgK2O/ha), b). dosis rendah, 75% dari dosis anjuran (75kg N + 30kg P2O5 + 75kg K2O/ha), dan c). dosis anjuran (100kg N + 40kg P2O5 +100 kg K2O/ha). terdiri dari 15 perlakuan diulang 3 kali. Sebagai pupuk dasar digunakan 20 t pukan/kompos per ha. Jumlah tanaman per petak 40, jumlah total populasi untuk dua lokasi adalah 3600  tanaman dengan 45 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi parameter pertumbuhan tanaman (diskripsi morfologi) dan produksi (kadar minyak, pachoil, kandungan fisika-kimia), dan serapan hara N, P dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nomor harapan ATG dan GR1 relatif stabil dengan penurunan dosis pupuk NPK 25% sampai 50% dari dosis rekomendasi di lokasi Cijeruk, sedangkan di lokasi Sumedang nomor harapan yang relatif stabil adalah GR1 dan DRI.

Kata kunci: Pogostemon cablin, hemat pupuk, produksi, dua nomor harapan

ABSTRACT

Generally, the patchouli plantation area has nutrient limitation, whereas the nutrient requirement of patchouli crop is high enough. Recently, the variety of patchouli responsive to low fertilizer level is not available, whereas the used of chemical/inorganic fertilizer continuously for long period resulted in physical, chemical and biological soil degradation. Thus, research to improve patchouli variety responsive to low fertilizer levelis needed.  The reasearch consisted of one activity, “The evaluation of four patchouli accessions to the low fertilizer input (decreasing 25-50% of recommended fertilizer dosage), in the field.  The objective of the research were :1). to obtain two (2) patchouli accesions responsive to low fertilizer level (decreasing 25-50% from recommended fertilizer dose), and 2). to evaluate morphological character, yield and quality and the response of four (4) patchouli accesions to low fertilizer level (decreasing 25-50% of recommended fertilizer dose)  The research was conducted in two central patchouli plantation in West Java at 200 – 600 m asl.  The research was conducted in randomized block design with two factors (accession and fertilizer) : GR 1, GR3, DRI, ATG 1 accessions, and one patchouly variety as a control (Sidikalang), and three fertilizer levels :a). decreasing 50% of recomended dosage (50 kg N + 20 kg P2O5 + 50 kg K2O/ha), b). decreasing 75% of recomended dosage  (75 kg N + 30 kg P2O5 + 75 kg K2O/ha), and c). recommended dosage (100 kg N + 40 kg P2O5 + 100 kg K2O/ha).  The experiment consisted of 15 treatments with three replications.  The 20 t of cow dung/compost per ha was applied as basic fertilizer. Total plant population in 2 locations was 3600 plants with 40 plants/plot. Parameters observed were vegetative plant growth (measured every month until 5 months after planting), plant production (fresh and dry herb, oil yield and oil quality), and also the uptake of N, P and K. The result showed that ATG and GR1 promising numbers were relatively stable with the decreasing level of NPK fertilizer at 25% to 50% from recommended dose in Cijeruk, whether in Sumedang the GR1 and DRI were the relatively stable promising numbers.

Key words: Pogostemon cablin, inorganic fertilizer, reduction dosage, yield, promising numbers

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *