Observasi Lapang OPT Cengkeh di Kab. Temanggung dan Wonogiri, Jateng 2019

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) yang diwakili oleh Dr. Molide Rizal mengikuti kegiatan observasi lapang OPT cengkeh di Jateng. Kegiatan ini dilakukan di Kab. Temanggung pada tanggal 1 Oktober 2019 dan di Kab. Wonogiri tanggal 2 Oktober 2019. Observasi lapang dimulai dari kunjungan lapang di Temanggung yang di ikuti oleh Dr. Molide Rizal, tim dari BPTP dan BPTPHP Jateng, serta Kelompok Tani Makmur yang berasal dari Desa Simpur Kec. Tretep Kab. Temanggung. Kegiatan observasi lapang ini di awali dari laporan masyarakat petani cengkeh yang tanaman cengkehnya terserang penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC) dengan kondisi tajuk tanaman yang rusak dan mengering dengan intensitas 10 – 100%.

Gejala kematian tanaman cengkeh di lokasi ini telah diamati dan tergolong tipe cepat (6-18 bulan) dan lambat (24–48 bulan). Hasil kunjungan lapang ini sebagai berikut : 1. Akan dilakukan eradikasi terhadap tanaman cengkeh yang kerusakannya >50 %. Petani diharapkan menanam tanaman buah, kemukus, dan lada; 2. Tanaman cengkeh yang masih bisa dipertahankan akan dilakukan pengendalian dengan agens hayati untuk patogen penyebab penyakit dan serangga vektornya (Hindola spp.); 3. Dilakukan pemeliharaan tanaman cengkeh yang masih sehat; 4. Akan dilaksanakan FGD Pengendalian BPKC di Jawa Tengah dengan melibatkan semua stakeholder yang terlibat kemudian hasilnya akan segera disampaikan ke Kementerian Pertanian.

Observasi lapang berikutnya dilakukan di Kab. Wonogiri tanggal 2 Oktober 2019. Kegiatan ini dilakukan oleh Dr. Molide Rizal dan tim dari BPTPHP Jateng di lahan cengkeh milik Bapak Sutarno. Lahan milik Bapak Sutarno pernah menjadi lahan penelitian penyakit BPKC oleh tim Balittro dan menunjukkan hasil pengendalian penyakit BPKC yang cukup positif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *