Kunjungan Lapang Summer Program SITH, ITB 2019

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO) telah menerima kunjungan dari kegiatan Summer School 2019 yang diadakan oleh Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Institute Teknologi Bandung (ITB) yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Agustus 2019 dengan jumlah 30 peserta yang berasal dari mahasiswa manca Negara seperti Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Meksiko.  Adapun tema kunjungan sangat relevan dengan mandat balittro sebagai balai penelitian penghasil teknologi dari hasil penelitian tanaman rempah, obat dan aromatik. Tema dari kegiatan tersebut ialah “Tropical Plants as Medicinal Herbs and Cosmetics Ingreduents”. Kegiatan ini dibuka oleh Sujianto, S.TP, M.Agb.Mgt., dengan didampingi oleh para narasumber Raden Hera Nurhayati, SP.M.Sc, Dr.Susi Purwiyanti, SP. M.Si, Rudi Suryadi, SP. M.Si. dan Bapak Dedi Rosadi.

Para peserta kunjungan mendapatkan pembekalan materi dari para narasumber diantaranya pertama, penyampaian profil balittro yang menjelaskan secara detail apa fungsi dan tugas balittro sebagai balai penelitian dalam rangka mendukung pengembangan dan pemanfaatan tanaman rempah, obat dan atsiri. Kedua, pemaparam materi inti terkait tanaman obat dan teknologi yang telah dihasilkan meliputi perakitan varietas, teknik budidaya, penanganan panen menjadi produk turunan. Melihat antusiame dari para peserta, sesi dilanjutkan dengan sharing informasi, diskusi dan tanya jawab. Beberapa peserta tertarik dengan perkembangan pemanfaatan tanaman obat di Indonesia dan menceritakan berbagai pengelaman di Negara mereka. Kunjungan dilanjutkan dengan sesi observasi lapang ke Kebun Wisata Tanaman Obat Balittro dan Griya Jamu dengan tujuan para peserta dapat melihat dan mempelajari secara langsung tanaman obat yang ada dikoleksi balittro. Terlebih di Griya Jamu peserta dapat mencicipi aneka produk sesuai dengan khasiat seperti jamu pegal linu, anti asam urat, anti diabetes, dll.

Kami berharap kegiatan kunjungan ini dapat menjadi ajang transfer teknologi yang dapat meningkatkan pengetahuan para mahasiswa, menjadi bekal pengalaman ketika kembali ke negaranya masing-masing, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya tanaman obat serta dapat membangun jejearing kerjasama antara kedua instansi. (Efiana/Balittro)

                                          

                                          

                                          

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *