OBSERVASI MORFOLOGI, PRODUKSI DAN MUTU PURWOCENG

OBSERVASI MORFOLOGI, PRODUKSI DAN MUTU PURWOCENG

O. Rostiana, W. Haryudin, S. Aisyah dan Dadi

ABSTRAK

Purwoceng (Pimpinella pruatjan) merupakan tanaman obat asli Indonesia berkhasiat afrodisiak, tumbuh di DT. Dieng, Jawa Tengah, yang dikatagorikan sebagai species langka. Kandungan bahan aktif dan pemanfaatannya di dalam pemeliharaan kesehatan sudah banyak diteliti, namun belum tersedia varietas unggul yang sudah dilepas, terutama untuk spesifik lokasi, diluar habitat alaminya. Hasil karakterisasi terhadap enam nomor koleksi purwoceng yaitu Pipru 1, 2, 3, 4, 5 dan 6, pada tahun 2006-2007 di KP. G. Putri, diketahui potensi produksi masing-masing namun pada setiap aksesi masih terdapat variasi morfologi. Pada tahun 2008, dilakukan pemurnian dengan cara pengerodongan dan diperoleh galur-galur hasil pemurnian. Tahun 2010 dan 2011, dilakukan observasi morfologi, produksi dan mutu terhadap Pipru 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 hasil pemurnian tersebut, dengan metode observasi langsung tanpa rancangan percobaan, untuk menentukan calon varietas unggul purwoceng yang akan dilepas pada tahun 2012. Hasil pengamatan terhadap enam aksesi purwoceng yang diobservasi di KP. G. Putri, pada umur 2 BST, pertumbuhannya relatif seragam dengan performa optimal. Ada perbedaan antara penampilan tanaman yang ditanam di dalam polibag (dinaungi) dan ditanam di lapang. Tanaman yang ditanam di dalam polibag dan dinaungi (paranet 50%), pelepah daun lebih panjang dari tanaman di lapang (tanpa polibag dan tanpa naungan). Demikian juga dengan diameter tajuknya, lebih lebar pada tanaman yang dinaungi. Komponen produksi tanaman yang dinaungi dan ditanam di lapang (tanpa naungan) berbeda. Pada tanaman yang dinaungi, total bobot segar tertinggi ditunjukkan oleh Pipru-2 (33.62 g/tanaman), sedangkan populasi yang ditanam di lapang (tanpa naungan, tanpa polibag) ditunjukkan oleh Pipru-5 (30.52 g/tanaman). Jumlah akar tanaman di lapang lebih sedikit tetapi lebih panjang dan besar dari tanaman yang dinaungi, dengan mutu (kadar sari) lebih tinggi. Demikian juga kandungan bahan aktifnya (sitosterol, stigmasterol, bergapten dan saponin) lebih tinggi daripada akar tanaman yang ditanam dibawah naungan. Kualitas terna dan kandungan bahan aktif populasi yang ditanam dibawah naungan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman di lapang, kecuali untuk kandungan stigmasterol.

Kata kunci:  Pimpinella pruatjan Molk., observasi, spesifik lokasi, pelepasan varietas

ABSTRACT

Pruatjan is well known as Indonesian indigenous herbal medicine for aphrodisiac properties. This endanger species grows at a limitted area in Dieng, Central Java. Study on active compound and the efficacy of pruatjan as an aphrodisiac has been widely explored recently. However, the superior variety especially for specific location out of its naturally habitat,has not yet been provided. Characterization on the accession numbers of pruatjan e.g. Pipru 1, 2, 3, 4, 5 and Pipru 6, in 2006-2007 at  G. Putri E.G., their potential yield and quality were observed with varied morphological characters for each accession. Therefore, in a year 2008 experiment were carried out with the emphasis on observing the pureline of each population of certain collected accession numbers of pruatjan. In 2010 and 2011, morphological, yield and quality of the pureline accession numbers were subjected by using direct observation to chooseselect the superior variety of pruatjan to be released in a year 2012. Observation at 2 MAP on six pruatjan accession numbers showed the optimal performance of growth for each and relatively homogen. There were differences between shading plantation population with open air (field) plantation population. In which, population planted in polybag system with 50% shading, showing longer leaf-stalk than that of those population planted directly in the field (without shading). The same phenomenon was also shown with rop canopy (diameter), wider for those of population planted in polybag system with 50% shading. Components of crop production under 50% shading and planted in the field (without shade) are different. In shaded plants, the highest total fresh weight indicated by Pipru-2 (33.62g/plant), whereas the population grown in the field (without shade, without polybags) are indicated by Pipru-5 (30.52g/plant). The number of roots of plants in the field fewer but longer and larger than in shade plants, with higher quality (extract content). Likewise, the active ingredient (sitosterol, stigmasterol, bergapten and saponins) were higher than the roots of plants grown under shade.Terna quality and active ingredients of population that are planted under 50% shading were higher as comapared to that plants in the field, except for the content of stigmasterol.

Keywords: Pimpinella pruatjan Molk., observation, spesifik location, variety release

Download full text 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *