OPTIMALISASI PEMUPUKAN K UNTUK MENGHASILKAN BENIH JAHE BERVIABILITAS TINGGI

OPTIMALISASI PEMUPUKAN K UNTUK MENGHASILKAN BENIH JAHE BERVIABILITAS > 90%

Mono Rahadjo, E.R. Pribadi, Sukarman, dan Sri Wahyuni

ABSTRAK

Benih yang sehat dan berviabilitas tinggi merupakan faktor input yang paling menentukan produktivitas tanaman disamping faktor lainnya seperti pupuk, pestisida, dan herbisida. Tingkat keberhasilan budidaya tanaman lebih kurang 40% ditentukan oleh kualitas benih. Produksi benih jahe sehat dilakukan 2 tahun, pada tahun pertam baru data pertumbuhan yang dapat disajikan, sedangkan hasil benih akan diperoleh pada tahun 2011. Berdasarkan hasil penelitian tahun 2010  dilaporkan datan pertumbuhan, kadar pati, atsiri, serat, hara N, P dan  K pada jahe muda (umur 4 BST). Tinggi tanaman, jumlah anak, bobot rimpang segar dan bobot simplisia tidak berbeda nyata dengan semakin besarnya dosis pupuk K yang diberikan. Akan tetapi semakin besar dosis pupuk K berpengaruh nyata terhadap meningkatnya bobot kering tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkatnya pupuk K berpengaruh terhadap meningkatnya pertumbuhan tanaman tetapi belum berpengaruh terhadap hasil rimpan jahe pada umur muda. Diharapkan dengan perbaikan pertumbuhan tanaman akan berpengaruh terhadap meningkatnya hasil panen rimpang jahe setelah  umur 9 -10 BST. Kadar minyak atsiri dan kadar pati pada simplisia rimpang belum terlihat berbedaanya dari pengaruh perlakuan meningkatnya pemupukan  K, namum terdapat kecenderungan meningkatkan kadar serat pada simplisia rimpang jahe muda. Kadar hara K pada simplisia rimpang jahe cenderung semakin besar dengan meningkatnya pupuk K. Meningkatnya kadar serat dan kadar K pada rimpang diharapkan fisik rimpang jahe lebih kuat, sehingga lebih tahan terhadap serangan OPT.

Kata kunci: Benih, jahe, pemupukan

ABSTRACT

Seeds of a healthy and high berviabilitas an input factor that most determines the productivity of plants in addition to other factors such as fertilizers, pesticides, and herbicides. Plant cultivation success rate approximately 40% determined by the quality of seeds. Production of healthy seed ginger performed 2 years, in the new growth data mining that can be presented, while the grain will be obtained in 2011. Based on the results of the study in 2010 reported compaction of growth, starch content, volatile, fiber, N, P and K in young ginger (age 4 BST). Plant height, number of children, weight and weight of the fresh rhizome simplicia not significantly different with greater doses of fertilizer K was given. However, the greater the dose of K fertilizer significantly influenced the increase of plant dry weight. This suggests that increasing K fertilizer affect plant growth increased but not affect the outcome rimpan ginger at a young age. Expected with the improvement of plant growth will affect the ginger rhizome yields increased after age 9 -10 BST. Levels of volatile oil and starch content in rhizomes have not seen berbedaanya simplicia treatment effect of increasing K fertilization, yet there is a tendency to increase the fiber content simplicia young ginger rhizome. K nutrient levels in the ginger rhizome simplicia tend to become large with increasing fertilizer K. Increased levels of fiber and K levels in the rhizomes of ginger rhizome is expected physically stronger, making it more resistant to pest attacks.

Keyword: Seeds, ginger, fertilizing

Download Full Text 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *