FGD dan Monev RPIK Lada

Jumat, 19 November 2021. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dalam hal ini sebagai penanggung jawab harian RPIK tanaman rempah, terutama komoditas lada telah mengadakan Focus Disscussion Group (FGD) dengan para pemangku kepentingan untuk mengembalikan kejayaan rempah lada di Kabupaten Tanggamus.

Untuk mewujudkan model percontohan pertanaman lada, Balittro berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus, Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Dinas Perindustrian Provinsi Lampung, BP2MB Provinsi Lampung, sehingga kegiatan RPIK lada dapat berjalan dengan baik. Dalam kegiatan ini juga terlibat Universitas Polinela sebagai dunia pendidikan yang akan menerjunkan langsung mahasiswanya di titik-titik lokasi kegiatan RPIK rempah. Pihak lain yang terlibat Dewan Rempah Indonesia cabang Lampung, Bank Lampung kantor cabang Tanggamus, Asosiasi Eksportir Lada Indoensia.

Sementara Ketua Tim Monev, Dr. Haryono menyampaikan saran dan masukan kepada seluruh penanggungjawab kegiatan bahwa kegiatan RPIK rempah diharapkan terjadi transfer teknologi kepada pengguna, dan dapat berkelanjutan serta ramah lingkungan, merubah pola pikir petani untuk dapat lebih smart dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahterannya.

Semoga RPIK rempah komoditas lada mampu berjalan meningkatkan produktivitas dan hasil kesejahteraan dapat dirasakan secara langsung petani di daerah tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *