BALITTRO Berhasil Melepas Dua Varietas Unggul Vanili dan Satu Varietas Unggul Cengkeh

Pada Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan semester II tahun 2021 yang diadakan pada hari Rabu 13 Oktober 2021, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat mengajukan 2 klon vanili dan 15 PIT cengkeh untuk dilepas sebagai varietas unggul. Sidang dilaksanakan di Ruang Rapat Lt. 1 Direktorat Jenderal Perkebunan, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta. Kondisi pandemi Covid-19, membuat sidang pelepasan kali ini dilaksanakan secara online dan offline. Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pelepas Varietas Tanaman Perkebunan Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP. Selain tim peneliti vanili dan cengkeh, sidang juga dihadiri oleh Dr. Ir. Evi Savitri Iriani, M.Si. selaku Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 

Varietas cengkeh Zanzibar Peling adalah varietas cengkeh yang diusulkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Banggai Kepulauan yang bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Selaku ketua tim pengusul, Dr. Ir. Nurliani Bermawie dalam presentasinya menyatakan bahwa PIT Zanzibar Peling yang berasal dari Desa Ponding-ponding ini memiliki keunggulan dalam potensi produksi bunga cengkeh. Cengkeh dari Banggai Kepulauan ini memiliki keunggulan produksi bunga kering rata rata jauh lebih tinggi dari varietas unggul cengkeh yang sudah dilepas yang mencapai 198,51 kg bunga segar setara dengan 66,17 ± 3,80 kg bunga kering per pohon per tahun, setara produktivitas  rata rata 4,6  t/ha bunga kering (populasi 100 tanaman, dengan faktor koreksi 70 %). Ukuran bunga lebih besar dari cengkeh Zanzibar umumnya 0,40 ± 0,05 g. Kadar minyak atsiri cukup tinggi 15,08 ± 3,03 %. Kadar true eugenol 75,26 ± 6,42% lebih tinggi dari standar industri (min 70 %), kadar ß-caryophyllen 11,28 ± 3,06 %, humulene 1,25 ± 0,31 % dan eugenil acetate 6,13 ± 3,73 %.

Selain cengkeh, Balittro mengusulkan pula dua klon vanili tahan penyakit busuk batang vanili (BBV) Dua klon ini merupakan hasil penelitian yang sudah dimulai sejak tahun 1994 hingga 2021. Dalam paparannya Dra. Endang Hadipoentyanti, M.S. selaku ketua tim pengusul calon varietas vanili menyatakan bahwa selain tahan BBV, kedua varietas ini juga memiliki keunggulan lainnya seperti produksi polong basah, kering dan kadar vanilin yang tinggi. Klon P35 adalah hasil persilanan aksesi V2 dengan V1. Klon ini mempunyai produksi polong basah sekitar 4,79 ton/ha/tahun, produksi polong kering sekitar 1,72 ton/ha/tahun dan kadar vanilin 2,87%. Klon M25 merupakan klon yang berasal dari hasil induksi mutasi aksesi V2. Klon ini memiliki produksi polong basah sekitar 4,66 ton/ha/tahun, produksi polong kering sekitar 1,59 ton/ha/tahun dan kadar vanilin 3,12% (3,12%-3,13%). Kedua klon ini memiliki karakter pembeda yaitu kedudukan terhadap batang/sulur, ukuran bunga dan bentuk buah Kedua klon ini dapat ditanam di daerah dataran rendah, medium, dan dataran tinggi (50 – 900 m dpl).

Hasil Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan, memutuskan bahwa 15 PIT cengkeh Zanzibar Peling disetujui dilepas dengan nama Zanzibar Peling. Sedangkan dua klon vanili disetujui dilepas dengan nama Hivania Agribun (klon P35) dan Sovania Agribun (Klon M25). Selamat kepada Tim Pengusul Cengkeh dan Vanili Balittro. Semoga varietas-varietas yang dihasilkan ini dapat bermanfaat untuk petani dan berkontribusi dalam memajukan pertanian Indonesia, Aamiin. (Susi & Mariana/Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *