Pendampingan Bimbingan Teknik Tanaman Rempah dan Obat “Pengenalan dan Manfaat Tanaman Obat”

Pendampingan Bimbingan Teknik Tanaman Rempah dan Obat

“Pengenalan dan Manfaat Tanaman Obat”

Temanggung, 22 September 2021. Pendampingan hari ke dua pendampingan bimtek “Prospek Pengembangan Tanaman Rempah dan Obat untuk Peningkatan Kesejahteeraan Petani” Kembali diadakan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dalam naungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian) telah menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) lanjutan tentang Pengenalan dan Manfaat Tanaman Obat yang di laksanakan di Omah Kebon, jalan jeenderal Sudirman No 83 Nugaran Kertosan, Kabupateen Temanggug, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa Kelompok tani, PPL dan KWT di lingkup Kabupaten Temanggung. Pelaksanaan kegiatan Bimtek ini tetap menerapkan protokol Kesehatan.

Acara dibuka oleh Dr. Evi Savitri Iriani selaku kepala Balai Penelitian Tanaman rempah dan Obat (Balittro) dan dilanjutkan dengan sambutan Tenaga Ahli Anggota Dewan Komisi IV DPR Ir. Supri Haryanto. Kepala Balittro, menyampaikan bahwa banyak sekali inovasi yang sudah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Kabupatn Temanggung dikenal sebagai sentra produksi berbagai komoditas perkebunan seperti tembakau, kopi arabika, kopi robusta. Selain itu komoditas potensial yaitu empon-empon terutama jahe merah, jahe putih kecil dan jahe putih besar. Selain itu Kawasan Temanggung dapat menjaddi sentra produksi tanaman obat mengingat beberapa industri jamu/herbal berada di sekitar Kabupaten Temanggung. Oleh karena itu, Balittro melihat potensi Temanggung untuk menjadi sentra produks sekaligus sentra tanaman obat untuk penyediaan bahan baku industri herbal.

Bimtek tanaman rempah dan obat serta praktek pengolahan produk empon-empon ini bertujuan sebagai hilirisasi varietas unggul Balitbangtan Kementerian Pertanian, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pelaksanaan teknis budidaya tanaman empon-empon yang baik dan benar, mengolah produk olahan empon-empon yang bisa meningkatkan pendapatan tambahan petani serta mendapatkan umpan balik dari petani yang ada di Kabupatn Temanggung, sehingga output terakhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani. Materi bimtek tentang pengenalan varietas, budidaya dan manfaat tanaman obat disampaikan oleh Dr. Otih Rostiana dan dilanjutkan praktek pengolahan produk primer dari empon-empon (instan jahe merah) yang di sampaikan oleh Ir Bagem Sofianna Sembiring.

Ir. Bagem Sofianna Sembiring dalam paparan materinya menyampaikan pemanfaatan tanaman rempah dan obat salah satunya dengan menyajikan minuman fungsional berbasis herbal, diantaranya kunyit, temulawak dan jahe. Adapun keunggulan  Tanaman Obat diantaranya: 1) Bahan berasal dari alam, mudah diperoleh dan gampang cara mengolahnya; 2) Harga relatif murah bahkan gratis; 3) Dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imunomodulator); 4) Penyegar, kebugaran dan kecantikan; 5) Pengobatan dan penyembuh penyakit; 6) Dapat dikonsumsi dalam bentuk segar ataupun kering

Harapannya kegiatan Bimbingan teknis Pemanfaatan Tanaman Rempah dan Obat skala industri sederhana dengan pembuatan minuman kesehatan instan jahe secang dapat menambah pengetahuan masyarakat Kabupatn Temanggung untuk selalu semangat walaupun dalam keadaan pandemi covid 19.

Temanggung, 22 September 2021. Pendampingan hari ke dua pendampingan bimtek “Prospek Pengembangan Tanaman Rempah dan Obat untuk Peningkatan Kesejahteeraan Petani” Kembali diadakan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dalam naungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian) telah menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) lanjutan tentang Pengenalan dan Manfaat Tanaman Obat yang di laksanakan di Omah Kebon, jalan jeenderal Sudirman No 83 Nugaran Kertosan, Kabupateen Temanggug, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa Kelompok tani, PPL dan KWT di lingkup Kabupaten Temanggung. Pelaksanaan kegiatan Bimtek ini tetap menerapkan protokol Kesehatan.

Acara dibuka oleh Dr. Evi Savitri Iriani selaku kepala Balai Penelitian Tanaman rempah dan Obat (Balittro) dan dilanjutkan dengan sambutan Tenaga Ahli Anggota Dewan Komisi IV DPR Ir. Supri Haryanto. Kepala Balittro, menyampaikan bahwa banyak sekali inovasi yang sudah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Kabupatn Temanggung dikenal sebagai sentra produksi berbagai komoditas perkebunan seperti tembakau, kopi arabika, kopi robusta. Selain itu komoditas potensial yaitu empon-empon terutama jahe merah, jahe putih kecil dan jahe putih besar. Selain itu Kawasan Temanggung dapat menjaddi sentra produksi tanaman obat mengingat beberapa industri jamu/herbal berada di sekitar Kabupaten Temanggung. Oleh karena itu, Balittro melihat potensi Temanggung untuk menjadi sentra produks sekaligus sentra tanaman obat untuk penyediaan bahan baku industri herbal.

Bimtek tanaman rempah dan obat serta praktek pengolahan produk empon-empon ini bertujuan sebagai hilirisasi varietas unggul Balitbangtan Kementerian Pertanian, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pelaksanaan teknis budidaya tanaman empon-empon yang baik dan benar, mengolah produk olahan empon-empon yang bisa meningkatkan pendapatan tambahan petani serta mendapatkan umpan balik dari petani yang ada di Kabupatn Temanggung, sehingga output terakhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani. Materi bimtek tentang pengenalan varietas, budidaya dan manfaat tanaman obat disampaikan oleh Dr. Otih Rostiana dan dilanjutkan praktek pengolahan produk primer dari empon-empon (instan jahe merah) yang di sampaikan oleh Ir Bagem Sofianna Sembiring.

Ir. Bagem Sofianna Sembiring dalam paparan materinya menyampaikan pemanfaatan tanaman rempah dan obat salah satunya dengan menyajikan minuman fungsional berbasis herbal, diantaranya kunyit, temulawak dan jahe. Adapun keunggulan  Tanaman Obat diantaranya: 1) Bahan berasal dari alam, mudah diperoleh dan gampang cara mengolahnya; 2) Harga relatif murah bahkan gratis; 3) Dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imunomodulator); 4) Penyegar, kebugaran dan kecantikan; 5) Pengobatan dan penyembuh penyakit; 6) Dapat dikonsumsi dalam bentuk segar ataupun kering

Harapannya kegiatan Bimbingan teknis Pemanfaatan Tanaman Rempah dan Obat skala industri sederhana dengan pembuatan minuman kesehatan instan jahe secang dapat menambah pengetahuan masyarakat Kabupatn Temanggung untuk selalu semangat walaupun dalam keadaan pandemi covid 19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *