PERUM PERHUTANI GANDENG BALITBANGTAN KEMBANGKAN TANAMAN HERBAL DAN PORANG

Perum  Perhutani dalam rangka pengembangan usahanya akan mengoptimalkan lahan-lahan yang berada di bawah tegakan tanaman hutan.  Untuk tahap awal, Perum  Perhutani akan mengembangkan tanaman herbal dan porang di beberapa KPH yang berada di pulau Jawa.  Untuk mendukung keberhasilan pengembangan tersebut, Perum Perhutani menggandeng Balitbangtan yang memiliki kompetensi dalam pengembangan tanaman herbal dan porang tersebut.

Kerjasama tersebut dituangkan dalam MOU yang ditandatangani oleh Direktur Utama Perum Perhutani Bapak Wahyu Kuncoro dan Kepala Balitbangtan Bapak Fadjry Djufry pada tanggal 31 Agustus 2021, di Jakarta.  Penandatangan ini dihadiri oleh Direktur Operasi dan Perhutanan Sosial, Sekertaris Balitbangtan, Kepala Puslitbang Perkebunan serta Kepala Balittro tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pandemi Covid 19.

MOU ini nantinya diharapkan menjadi payung berbagai kegiatan kerjasama yang akan digagas selanjutnya.  Untuk tahap pertama, kerjasama pengembangan tanaman herbal akan mencakup luasan sekitar 1000 Ha di 8 lokasi KPH dengan komoditas utama yaitu jahe, kunyit, kencur, kapolaga dan serai wangi.  Balitbangtan, dalam hal ini Balittro akan mendampingi dalam penentuan lokasi,  rekomendasi benih unggul, pendampingan budidaya dan pascapanen serta pemasaran, dengan membantu menghubungkan dengan para off taker baik pedagang maupun industri herbal.

Kepala Badan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Balitbangtan siap mendampingi Perum Perhutani dalam upaya mendukung program penyediaan pangan melalui pemanfaatan lahan-lahan yang belum optimal.  Banyak inovasi yang sudah dihasilkan Balitbangtan baik di hulu maupun hingga pengolahannya.  Khusus untuk pengembangan porang, Balitbangtan siap mensupport karena porang merupakan salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus dari Presiden RI.

Mudah-mudahan dengan penandatangan MOU ini akan terjalin kerjasama dan sinergi yang baik antara Perum Perhutani dan Balitbangtan untuk mendorong implementasi inovasi dalam pembangunan pertanian dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *