Instalasi Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (IP2TP) Cimanggu

Instalasi Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (IP2TP) Cimanggu adalah salah satu kebun ke dua tertua setelah Kebun Raya di kota Bogor, dibawah pertanggung jawaban Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, dengan kelengkapan plasma tanaman tahunan cukup beragam yang berjumlah 349 jenis dan 2215 aksesi dengan usia bervariasi sampai di atas 50 tahun. IP2TP Cimanggu pada mulanya bernama Culturtuin atau Economic Garden. Kebun ini dibangun oleh Dr. R. H. C. C. Sechoffer pada tanggal 14 Pebruari 1876. Kebun koleksi ex-situ di IP2TP Cimanggu telah menampung beberapa jenis tanaman tahunan, tanaman industri, tanaman semusim dan sebagainya. Terdapat 15 kelompok tanaman berdasarkan kegunaannya, yaitu : (1) karet dan getah percha, (2) serat, (3) penyamak dan pewarna, (4) insektisida , (5) racun, (6) minyak atsiri, (7) minyak dan gemuk, (8) bahan sedap-sedapan dan perangsang, (9) rempah, (10) tanaman yang digunakan untuk tujuan industri, (11) tanaman obat, (12) pupuk hijau, (13) tanaman pelindung, (14) tanaman untuk pagar dan (15) tanaman yang dianjurkan untuk pematah angin.

Kementerian Pertanian, melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian mulai tahun 2015 berperan aktif dalam membangun dan mengembangkan Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP) sebagai sarana akselerasi impact recognition inovasi pertanian, sekaligus terobosan untuk memperderas arus inovasi pertanian kepada masyarakat. Pada tahun 2015, pengembangan Taman Sains Pertanian (TSP) telah dilakukan di Kebun Percobaan Cimanggu Bogor, sebagai wahana penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan inovasi pertanian sekaligus show window dan tempat peningkatan kapasitas pelaku pembangunan pertanian termasuk penyuluh dan petani. Pengembangan Taman Sains dan Teknologi Pertanian di kompleks penelitian pertanian Cimanggu Bogor, yang berskala nasional. Diharapkan tumbuh dan berkembang dengan mengedepankan kapasitas dan potensi wilayah, sosial budaya dan kearifan lokal masing-masing wilayah.

Kegiatan tahun 2017 menitik beratkan pada pemeliharaan rutin seperti penyiangan, pemupukan, merapikan guludan, penyiraman, pemberantasan hama dan penyakit, pengamatan serta penataan baik di Kebun Wisata Ilmiah 1 dan 2, emplasemen kantor, rumah kaca dan kegiatan perbenihan yaitu komoditas cengkeh dan jambu mete yang berlokasi di Cimanggu.

Tri Eko Wahjono, SP., PG Dip MoD

IP2TP Cimanggu dipimpin oleh seorang kepala kebun yaitu Tri Eko Wahjono, SP., PG Dip MoD. (NIP. 196904151992031002). Kepala IP2TP Cimanggu dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh 18 pegawai dan Tenaga harian lepas yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Pada tahun 2017, IP2TP Cimanggu mengkonservasi plasma nutfah tanaman rempah, obat, dan atsiri sebanyak 366 spesies dengan 2083 aksesi. Konservasi dilakukan dalam keadaan tumbuh di rumah kaca dan lapang.

KEBUN INDUK DI IP2TP CIMANGGU : NILAM PATCHOULINA 2 (1 Ha)

Berikut fasilitas pendukung yang dimiliki oleh IP2TP Cimanggu:

Kebun Wisata Ilmiah (KWI)

 

Kebun IP2TP Cimanggu

Komoditas tanaman rempah dan obat utama di IP2TP Cimanggu adalah Cengkeh. Beberapa aksesi tanaman cengkeh yang ditanam di IP2TP Cimanggu: