UPBS

Benih Sumber Tanaman Rempah dan Obat

Salah satu persoalan dalam pengembangan tanaman rempah dan obat adalah kurang tersedianya benih sumber yang berkualitas tinggi dan sehat dari komoditas tersebut sehingga lebih dekat  dan lebih mudah bagi petani.  Untuk mengatasi masalah tersebut telah dilakukan kegiatan produksi benih sumber tanaman  obat, aromatik dan rempah.

Tujuan utama dari kegiatan adalah memproduksi benih sumber yang berkualitas tinggi dan sehat yang dapat memenuhi kebutuhan benih  sumber tanaman obat dan aromatik yaitu benih  kencur, kunyit, jahe putih besar (JPB), jahe putih kecil (JPK),  jahe merah (JM), temu lawak,  nilam, serai wangi, pegagan, mentha, sambiloto,dan akar wangi.

Produksi benih tanaman tersebut harus dilakukan setiap tahun karena sifat tanaman yang panen setahun sekali dan benihnya tidak tahan simpan. Pada tahun anggaran 2013 akan dilakukan  produksi benih  sumber yang akan menghasilkan kelas benih dasar dan benih pokok bersertifikat.

 

Ketersediaan benih rimpang estimasi panen 2013 (Estimasi panen September-Desember 2013)

 

Ketersediaan benih setek 2013

Pembinaan terhadap petani penangkar dilakukan di beberapa lokasi melalui sosialisasi SOP produksi benih, pemberian bantuan  benih unggul. Melalui pembinaan tersebut diharapkan akan muncul petani penangkar benih tanaman obat dan aromatik di beberapa propinsi, sehingga ketersediaan benih dan kemudahan dan kedekatan benih berkualitas ke petani  lebih dekat. Rehabilitasi kebun induk yang sudah ada di kebun-kebun percobaan yang meliputi kebun induk lada di Sukamulya, kebun induk gambir di Laing, kebun induk mete di Cikampek, kebun induk cengkeh di Cimanggu dan Cicurug.