Efektivitas Ekstrak Tanaman Obat terhadap Cendawan Penyebab Mastitis dan Pencemar Pakan Sapi

EFEKTIVITAS EKSTRAK TANAMAN OBAT TERHADAP CENDAWAN PENYEBAB MASTITIS DAN PENCEMAR PAKAN SAPI

The effectivity of herbal plant extracts to fungi causing mastitis and cattle feed contaminant

Oleh : Riza Zainuddin Ahmad

Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor

Jalan RE Martadinata 30 Bogor 16114

rizamiko@yahoo.co.id

(diterima 08 Agustus 2014, direvisi 21 Januari 2015, disetujui 16 Febuari 2015)

ABSTRAK

Tanaman obat berpotensi sebagai alternatif untuk menekan cemaran cendawan pada pakan sapi dan pengobatan mastitis. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan tanaman obat yang berkhasiat sebagai anti cendawan untuk mengendalikan penyakit mastitis dan pencemar pakan sapi. Penelitian dilakukan di Balai Besar Penelitian Veteriner, tahun 2013. Skrining dilakukan pada 10 jenis tanaman obat dengan membuat ekstrak etanol dari daun, umbi, rimpang dan buah. Uji daya hambat pertumbuhan cendawan dilakukan secara in vitro dalam cawan petri yang diinkubasi untuk diamati diameter daya hambatnya. Pengujian dilanjutkan dengan pengukuran kadar hambat minimal ekstrak dengan pengenceran 50; 25; 12,5; 6,25; 5; dan 2,5%, lalu dicampurkan dengan media agar dan cendawan uji, diinkubasi pada suhu 25 dan 37oC selama 3-5 hari untuk diamati pertumbuhannya. Hasil skrining menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih dan daun cengkeh mempunyai kemampuan daya hambat yang terbaik dibanding ekstrak tanaman lainnya. Daya hambat daun sirih terhadap pertumbuhan Aspergillus flavus, Fusarium solani dan Penicillium sp secara berurutan adalah 11,3; 11,3 dan 20,7 mm; sedangkan daun cengkeh adalah 29,3; 29,0 dan 37,3 mm. Daya hambat daun sirih terhadap pertumbuhan Candida albicans, C. krusei, C. parapsilosis, C. guilliermondii dan Trichosporon sp adalah 25,7; 17,0; 21,0; 26,3 dan 25,7 mm; sedangkan daun cengkeh adalah 19,3; 18,3; 27,5; 29,3 dan 26,3 mm. Daun sirih lebih mudah didapat dan diaplikasikan dibandingkan dengan daun cengkeh, sehingga dipilih untuk uji lanjut. Hasil uji kadar hambat minimum ekstrak daun sirih adalah 2,5%, sehingga dapat digunakan sebagai pengendali cemaran cendawan pada pakan sapi dan mastitis mikotik.
Kata kunci: Tanaman obat, jamur, mastitis, pencemar pakan sapi

ABSTRACT

Medicinal plants have potency as anti-fungal to suppress mastitis disease and cattle feed contaminant. The study was conducted at Indonesian Research Center for Veterinary Sciences in 2013 and aimed to evaluate medicinal plants with anti-fungal potency to control mastitis disease and cattle feed contaminants. Tens species of medicinal plants was screened by extracting leaves, tubers, rhizomes and fruit using ethanol. Fungal growth inhibition was examined in vitro in petri dishes which were incubated to observe inhibition zone diameter (IZD). The minimal inhibition zone was measured by diluting of 50; 25; 12.5; 6.25; 5; and 2.5% of extract to agar media contained tested-fungi, incubated at 25 and 37° C for 3-5 days to observe fungal growth. The results showed that extracts of betel leaf and clove leaf had the best IZD than others. The IZD of betel leaf to Aspergillus flavus, Fusarium solani and Penicillium sp were 11.3; 11.3 and 20.7 mm respectively; whereas for clove leaf were 29.3; 29.0 and 37.3 mm respectively. Furthermore, the IZD of betel leaf to Candida albicans, C. krusei, C. parapsilosis, C. guilliermondii and Trichosporon sp were 25.7; 17.0; 21.0; 26.3 and 25.7 mm correspondingly, whereas leaf clove were 19.3; 18.3; 27.5; 29.3 and 26.3 mm. Considering betel leaf is easier to be collected and applied than clove leaf, further testing was conducted to evaluate its minimum inhibition concentrate (MIC). The extract of betel leaf had MIC of 2.5%, hence was effective to control mastitis disease and cattle feed contaminant.

Keywords: Medicinal plant, fungi, mastitis, cattle feed contaminant

Download full papper

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *