KERAGAAN MORFOLOGI DAN CARA BUDIDAYA LADA LOKAL CIINTEN

KERAGAAN MORFOLOGI DAN CARA BUDIDAYA LADA LOKAL CIINTEN

Oleh : Rudi T Setiyono, Laba Udarno dan Bambang ET

Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar

rudisetiyono6@gmail.com

ABSTRAK

Kabupaten Sukabumi dikenal sebagai salah satu daerah pengembangan lada di Indonesia. Di daerah tersebut ditemukan varietas lada lokal yang telah dibudidayakan oleh masyarakat, namun belum terdaftar dalam koleksi plasma nutfah dan belum diketahui karakteristik morfologinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi sifat morfologi lada lokal agar dapat didaftarkan sebagai varietas lokal. Eksplorasi lada lokal yang dilakukan di 29 petani yang tersebar di 21 desa, di sembilan kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Pengamatan sifat morfologi dilakukan pada 10 lahan petani di delapan kecamatan, masing-masing lokasi diamati 10 tanaman sampel, pada tanaman yang telah berumur lebih dari enam tahun. Karakter yang diamati, mengacu kepada deskripsi lada (IPGRI). Hasil pengamatan menunjukkan lada lokal memiliki bentuk daun jorong bangun lanset dengan ratio panjang lebar daun 1,85, warna daun hijau tua-merah tua, ujung daun runcing, pangkal daun membulat, permukaan daun mengkilap, batang muda berwarna ungu, warna pucuk daun hijau muda, Panjang ruas batang dan cabang masing-masing 8,5 cm, memiliki sulur gantung sedikit, rata-rata memiliki jumlah tandan/malai/spika 14 per cabang sekunder, panjang tandan/malai/spika rata-rata 13,1 cm, buah berbentuk bulat besar, sehingga cocok sebagai lada putih, warna buah muda hijau, warna buah masak merah, masak relatif serentak, umur masak 11 bulan, jumlah buah jadi per malai rata-rata 82,5 maksimal 130, malai buah rata-rata jadi 66,6%, dengan mutu buah tinggi, kandungan minyak atsiri yaitu oleoresin (16,1%) dan piperin (7,48%) yang tinggi.

Kata kunci: Lada Lokal, Piper nigrum L., karakter kuantitatif dan kualitatif

Download full papper 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *