TANTANGAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN AKIBAT PENGGUNAAN BAHAN AGROKIMIA

TANTANGAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN AKIBAT PENGGUNAAN BAHAN AGROKIMIA

Oleh : Husnain1), D Nursyamsi2), dan H Wibowo1)

1) Balai Penelitian Tanah, BBSDLP

Jalan Tentara Pelajar No. 12

Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor Telp/Fax. +62 251 8321608

husnainuut@yahoo.com

2) Balai Penelitian Tanah Rawa, BBSDLP

ABSTRAK

Pertanian organik adalah salah satu sistem usahatani yang ramah lingkungan. Produk pangan organik memiliki pangsa pasar yang khusus. Namun demikian, untuk mengejar target ketahanan pangan, pertanian konvensional dengan input agrokimia masih menjadi andalan di Indonesia. Bahan agrokimia seperti pupuk dan pestisida merupakan input teknologi yang sangat dibutuhkan dalam praktek pertanian konvensional. Ketergantungan sistem pertanian terhadap pupuk dan pestisida tersebut sangat tinggi sehingga resiko pencemaran dan degradasi lahan menjadi masalah yang kompleks dan berdampak negatif terhadap tanaman, hewan, manusia serta lingkungan. Penggunaan pupuk berlebihan seperti pupuk N akan mencemari air tanah dan air sungai yang menyebabkan eutrofikasi danau dan waduk. Penggunaan pupuk P berasal dari batuan fosfat alam juga berpotensi mengakumulasi logam berat dalam tanah. Penggunaan pestisida saat ini sangat banyak variasinya, hingga tahun 2012 sudah tercatat sebanyak 2,475 jenis pestisida beredar di Indonesia. Residu pestisida yang relatif sulit diuraikan terakumulasi dalam tanah dan masuk ke dalam rantai makanan. Makalah ini mengkaji hasil-hasil penelitian penggunaan bahan agrokimia terutama pupuk dan pestisida dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa efisiensi pupuk N yang rendah (kurang dari 50%) menyebabkan banyak N yang hilang akibat pemupukan. Sumber cemaran N tidak hanya berasal dari sektor pertanian tetapi juga dari industri. Rata-rata kandungan nitrat dan fosfat di air waduk (Jatiluhur, Cirata dan Saguling) berturut-turut adalah 1,8 mg L-1 dan 0,6 mg L-1. Kandungan logam berat dalam batuan fosfat alam dilaporkan sangat bervariasi untuk Zn berkisar 57-1.010 mg kg-1, Arsenic (kurang dari 2-23 mg kg-1), Cadmium (2-100 mg kg-1) dan Uranium (64-153 mg kg-1). Kelebihan penggunaan pupuk, kontribusi N dan P dari industri serta akumulasi residu pestisida yang masuk ke rantai makanan menjadi tantangan pertanian ke depan menuju pertanian ramah lingkungan.

Kata kunci: pertanian ramah lingkungan, pertanian organik, agrokimia, pupuk, pestisida

Download full papper 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *