PERUBAHAN SIFAT FISIK TANAH DALAM PERTANIAN ORGANIK

PERUBAHAN SIFAT FISIK TANAH DALAM PERTANIAN ORGANIK

Oleh : Tagus Vadari1), Nura Dian MS1), Suci Handayani2), dan Sukristiyonubowo2)

1) Balai Penelitian Tanah Jalan Tentara Pelajar No. 12

Kampus Pertanian, Cimanggu, Bogor 16144

t.vadari@gmail.com

2) Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada

Jalan Bulaksumur, Yogyakarta

ABSTRAK

Kesadaran manusia terhadap bahaya residu pupuk kimia dan penggunaan bahan pestisida kimia mendorong sebagian besar masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat yang berasal dari pertanian organik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perubahan sifat-sifat fisika tanah pada pertanian organik dibandingkan dengan pertanian konvensional (non organik). Penelitian dilaksanakan di lokasi budidaya sayuran di Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor; penelitian berlangsung sejak April sampai Nopember 2012. Sampel tanah (Andisols) utuh dan tidak utuh diambil pada tiga kedalaman (0-20, 20-40, dan 40-60 cm) pada empat lokasi pertanian organik dan empat lokasi pertanian konvensional. Tanah dianalisis di Laboratorium Fisika Tanah, Fakultas Pertanian, UGM, Yogyakarta. Parameter yang diamati adalah berat volume tanah, porisitas tanah, kemantapan dan distribusi agregat tanah, kuat geser tanah dan indeks pelumpuran. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan lahan yang menggunakan sistem pertanian organik selama 2-10 tahun sifat-sifat fisika tanah lebih baik dibandingkan dengan sistem pertanian konvensional. Hal ini dicirikan dengan berat volume tanah dan indeks pelumpuran tanah pada pertanian organik lebih rendah daripada pertanian konvensional sedangkan porisitas tanah, kemantapan agregat tanah, dan tahanan geser tanah pada pertanian organik lebih tinggi daripada pertanian konvensional.

Kata kunci: pertanian organik, sifat fisika tanah, tanah Andisols

Download full papper 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *