PENGARUH PEMUPUKAN PADA KUALITAS SIMPLISIA TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) DI KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PENGARUH PEMUPUKAN PADA KUALITAS SIMPLISIA TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza)

DI KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Oleh : Fibrianty dan Retno Utami Hatmi

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta

Jalan Stadion Maguwoharjo No 22, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta

fibri_jogja07@yahoo.com

ABSTRAK

Mutu rimpang temulawak sangat tergantung pada umur, tempat tumbuh, dan jenis tanah. Pengkajian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan minyak atsiri, kurkumin, kadar serat dan kadar abu pada beberapa sistem pemupukan temulawak di tanah Inceptisol Kulon Progo. Penelitian dilaksanakan sejak September 2010 sampai Juni 2011 di Desa Hargorejo, Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Varietas yang dibandingkan adalah Cursina 1 dan Cursina 2 yang merupakan varietas unggul nasional, perlakuan pemupukan yang diuji terdiri dari dua perlakuan yaitu (1) pemupukan organik menggunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing 15 t/ha dan (2) pupuk kandang 15 t/ha + yang 200 kg/ha urea + 200 kg/ha SP 36 + 200 kg/ha KCl. Parameter kualitas simplisia diamati pada umur lima dan tujuh bulan setelah tanam (BST) adalah kandungan minyak atsiri (metode destilasi), kadar kurkumin (metode spektrofotometri), kadar abu dan kadar serat (metode Gravimetri). Analisis simplisia temulawak dilakukan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Bogor. Hasil analisis menunjukkan kandungan minyak atsiri pada semua perlakuan meningkat pada umur tujuh BST. Kandungan minyak atsiri Cursina 1 umur tujuh BST pada perlakuan pemupukan organik adalah 5,38%; lebih tinggi dari perlakuan pupuk organic + pupuk yaitu 4,78%. Kadar serat tertinggi diperoleh pada Cursina 1 dengan pemupukan organik (3,97%), sedangkan yang terendah adalah Cursina 1 pada perlakuan pupuk organik + pupuk anorganik (2,90%). Secara umum, kandungan kurkumin pada perlakuan pupuk organik + anorganik lebih tinggi dari perlakuan pupuk organik berturut-turut 1,85 dan 1,73% pada Cursina 1, dan 2,25 dan 1,83% pada Cursina 2.

Kata kunci: Curcuma xanthorrhiza, Cursina 1, Cursina 2, pemupukan, kualitas simplisia, kurkumin

Download full papper 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *