Balittro Kenalkan Cara Perbanyakan dan Teknik Budidaya Cengkeh Melalui Bimtek Peningkatan Kapabilitas Petugas Ditjenbun Kementan

Bogor, 25 Maret 2021. Tanaman cengkeh merupakan komoditas perkebunan yang cukup strategis untuk Indonesia, karena sebagian besar diusahakan oleh rakyat dan produk bunganya banyak digunakan untuk industri rokok dan farmasi. Dalam kesempatan ini Balittro melakukan pendampingan teknis Peningkatan Kapabilitas Petugas untuk Pengembangan Tanaman Cengkeh khusus materi Cara Perbanyakan dan Teknik Budidaya Cengkeh dengan narasumber Rudi Suryadi, SP.,MSi dengan jumlah peserta 15 Orang yang berasal dari Ditjenbun Kementan.

Dalam paparannya Rudi Suryadi, SP.,Msi menyampaikan Tanaman cengkeh yang dikembangkan di Indonesia umumnya merupakan hasil dari perbanyakan secara generatif dengan biji. Oleh karena itu dalam satu areal pertanaman cengkeh sering kali diketemukan pohon-pohon yang berlainan produksi bunganya walaupun benihnya berasal dari satu pohon induk. Oleh karena itu untuk memperoleh pertanaman cengkeh yang seragam dalam hal produksi bunganya, maka perlu diperbanyak secara vegetatif. Saat ini cara perbanyakan vegetatif yang terbaik pada tanaman cengkeh adalah melalui grafting dan cangkok.


Cara perbanyakan vegetatif pada tanaman cengkeh dapat dimanfaatkan untuk pembangunan kebun produksi, pembangunan kebun induk sebagai sumber entres dan biji, pemyelamatan plasma nutfah jenis-jenis cengkeh langka dan tanaman berumur tua namun potensi produksinya tinggi serta penyediaan benih cengkeh yang tahan cekaman abiotik (kekeringan) maupun biotik (hama dan penyakit). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas diantaranya 1) Persyaratan Tumbuh; 2) Bahan Tanaman; 3) Teknologi Budidaya; 4) Serangan OPT

Dalam kegiatan Pendampingan teknis ini selain pemaparan materi oleh narasumber dilakukan pula praktek lapang cara perbanyakan Budidaya Cengkeh.

Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas para Petugas Benih Perkebunan khusus komoditas Cengkeh dan dapat ditularkan ilmunya di seluruh Indonesia, sehingga kita dapat membangkitkan kembali Kejayaan Rempah Indonesia. (Efiana/Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *