PENYEDIAAN BENIH JAMBU METE UNGGUL SECARA CEPAT MELALUI MIKRO GRAFTING

PENYEDIAAN BENIH JAMBU METE UNGGUL SECARA CEPAT MELALUI MIKRO GRAFTING

Agus Ruhnayat dan Muhammad Syakir

 

PENDAHULUAN
Jambu mete (Anacardium occidentale L.) termasuk salah satu tanaman perkebunan yang mendapatkan prioritas dalam pengembangan, karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah marjinal khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Sentra produksi jambu mete di Indonesia berada di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali. Penanaman jambu mete di Indonesia sebagian besar (± 97 %) diusahakan dalam bentuk perkebunan rakyat baik secara monokultur maupun polikultur dengan kondisi pertanaman yang bervariasi dari kurang baik sampai dengan baik.
Luas areal pengembangan tanaman jambu mete di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, pada tahun 1978 hanya seluas 82,511 ha dan pada tahun 2007 meningkat hampir 7 kali lipat yaitu seluas 570,409 ha (Ditjenbun, 2008). Namun peningkatan luas areal tersebut tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas yang rata-rata hanya mencapai 256 kg gelondong/ha/tahun (Ditjenbun, 2008). Produktivitas jambu mete di Indonesia masih jauh dari potensi produksi sembilan varietas jambu mete yang ada yaitu 5,90-37,44 kg gelondong/pohon/tahun atau setara dengan 590-3744 kg gelondong/ha/tahun. Rendahnya produktivitas tanaman jambu mete antara lain karena pengembangannya sebagian besar masih menggunakan benih asalan dan diperbanyak secara generatif (biji). Oleh karena itu diperlukan benih jambu mete unggul untuk pengembangannya. Saat ini benih jambu mete unggul masih sulit diperoleh petani, karena antara lain masih terbatasnya informasi mengenai teknik perbanyakannya dan belum berkembangnya industri benih disentra produksi.

download full papper disini 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *