SOMAKLON JPB PRODUKTIVITAS 30 ton/ha TOLERAN 70% LAYU BAKTERI

SOMAKLON JPB PRODUKTIVITAS 30 ton/ha TOLERAN 70% LAYU BAKTERI

S. F. Syahid, O. Rostiana, T. Arlianti, S. Aisyah, dan D. Surachman

ABSTRAK

Serangan bakteri layu pada jahe yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum sampai saat ini masih merupakan kendala besar yang belum dapat diatasi. Beberapa usaha pengendalian masih belum efektif, terutama karena belum ada jahe yang tahan terhadap R. solanacearum. Pembuatan varian baru jahe toleran terhadap R. solanacearum telah dilakukan secara in vitro pada stadia kalus dilanjutkan dengan seleksi menggunakan medium selektif filtrat R. solanacearum dan elisitor kimia Acibenzolar-S-methyl. Hasilnya diperoleh planlet jahe lebih tegar dari tanaman kontrol yang menunjukkan sifat ketahanan pada sel tanaman hasil seleksi in vitro (somaklon) telah terinduksi. Evaluasi ketahanan jahe tersebut sedang diakukan pada lahan endemik di Kebun Percobaan Cicurug sejak tahun 2012 dan tahun 2013 memrupakan tahap ke-2. Perlakuan yang diuji adalah lima populasi somaklon jahe, yaitu FA, FB, FIPLA, AC1 dan AC2. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan, produksi rimpang dan ketahanan terhadap penyakit layu bakteri. Pengamatan menggunakan metode observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan jahe somakon normal, tetapi bentuk dan warna batangnya beragam. Hasil analisis ploidi menunjukkan bahwa terdapat dua level ploidi, yaitu diploid dan tetraploid. Kandungan asam salisilat di dalam tanaman jahe bervariasi antar somaklon yang diuji. Berat rimpang beragam. Tingkat ketahanan terhadap penyakit layu bervariasi antara 12-100%. Bibit somaklonal jahe hasil percobaan tahun 2012-2013 telah ditanam untuk uji adaptasi tahun 2013-2014. Penanaman dilakukan di dua lokasi, yaitu KP Cicurug dan KP Sukamulia pada bulan November 2013. Perbanyakan in vitro untuk stok benih somaklon dilakukan melalui embriogenesis somatik di laboratorium.

Kata kunci: Zingiber officinale., somaklon, toleran bateri layu, uji lapang, stok benih, in vitro

ABSTRACT

Bacterial wilt caused by R. solanacearum is a main constraint in ginger cultivation. Various experiments had been carried out, but no effective control method found due to unavailability of resistant variety. Induction of ginger variety resistant to bacterial wilt has been initiated in vitro on callus stadia followed with selection using a selective medium filtrate of R. solanacearum and chemical elisitor Acibenzolar-S-methyl. The result found ginger-resistant callus have been regenerated.  The planlets have better growth and vigor suggesting that resistant characteristic has been induced on the regenerated somaclonal plants. Field evaluation has been conducted at Cicurug Research Instalation since 2011/2012 followed in 2012/2013.  Five somaclones population (FA, FB, FIPLA, AC1 and AC2) were evaluated in endemic bacterial fields.  Parameter observed were plant growth, rhizome yield, and degree of resistant to wilt disease. The result showed that five somaclones population grew well in the field of endemic area. At the age of five months after planting, variation showed on the stem size and color. Wilt disease infection varied (12-100 %).   Ploidy analysis of the plantshowed two levels of ploidy i.e. diploid  and tetraploid.Salysilic acid content varied among somaclones tested.  Further field experiment has been prepared for planting date 2013/2014 at two locations (Cicurug and Sukamulia Expeprimental Stations).  Further, in vitro propagation on somaclones is still being conducted through somatic embryogenesis.

Keyword: Z. officinale, somaclones, bacterial wilts tolerant, field testing, in vitro seeds stock.

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *