SELEKSI JAHE PUTIH KECIL DAN JAHE MERAH PRODUKSI TINGGI DAN TOLERAN TERHADAP PENYAKIT BERCAK DAUN

SELEKSI JAHE PUTIH KECIL DAN JAHE MERAH PRODUKSI TINGGI DAN TOLERAN TERHADAP PENYAKIT BERCAK DAUN

N. Bermawie, D. Manohara, D. Sukmanto

              ABSTRAK           

Penyakit bercak daun telah menjadi salah satu masalah utama dalam usahatani  jahe di beberapa sentra produksi di Indonesia. Empat cendawan dilaporkan merupakan penyebab bercak daun yaitu Pyricularia,Phyllosticta, Cercospora, dan Phakopsora. Penggunaan varietas toleran penyakit menjadi salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan. Empat nomor jahe putih kecil (JPK) hasil irradiasi sinar gamma (dosis 5,7 dan 9 Gy) dan tiga nomor aksesi plasma nutfah terpilih serta empat nomor harapan jahe merah (JM) terpilih, dan masing masing satu varietas JPK dan JM sebagai pembanding di seleksi di tiga daerah endemik bercak daun di KP. Cicurug, KP. Sukamulya dan Sumedang. Penanaman menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan, 30 tanaman per ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap hasil dan komponen hasil, mutu dan ketahanan terhadap penyakit bercak daun.  Data dianalisis menggunakan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan untuk jahe putih kecil, dari tiga lokasi, bobot rimpang terbaik dihasilkan dari Sumedang, diikuti oleh Sukamulya dan paling rendah dari Cicurug, sedangkan untuk karakter komponen hasil terendah dihasilkan dari Sukamulya. Mutan B dan C menghasilkan bobot rimpang berturut turut 1139g/rumpun dan 893 g/rumpun dan karakter komponen hasil tertinggi di tiga lokasi. Mutan B dan C menghasilkan kadar minyak atsiri tinggi (2.55 % dan 1.78 % ). Sedangkan untuk kadar gingerol, mutan B dan C (1.25 % dan 1.37 %), lebih rendah dari kontrol Halina2 (1.61 %), tetapi sebanding dengan F dan G. Serangan penyakit bercak daun pada jahe putih kecil berbeda antar lokasi, terrendah di Sumedang dan tertinggi di Sukamulya.  Mutan B, C, D dan nomor aksesi E, F dan G memiliki tingkat serangan penyakit yang < 30 % di Sumedang, tetapi di Cicurug dan Sukamulya semua nomor persentase tanaman sakit  > 30 %. Dari data gabungan tiga lokasi hanya G yang memiliki persentase daun sakit < 30 % dan lebih rendah dari kontrol (52.30 %).  Untuk jahe merah, aksesi K dan L menghasilkan rata rata bobot rimpang tertinggi (824.40 dan 825.37 g/rumpun) dan karakter komponen hasil lainnya yang lebih tinggi dari kontrol dan aksesi lain yang diuji (683-724 g/rumpun). Aksesi L menunjukkan kadar minyak atsiri 2.60 % yang sebanding kontrol (2.57) dan nomor aksesi lainnya, untuk kadar gingerol K dan L juga menunjukkan hasil yang lebih tinggi (1.03 % dan 1.01 %) dari kontrol (0.93%). Persentase tanaman sakit semua aksesi jahe merah < 30 % dan lebih rendah dari kontrol, demikian juga persentase daun sakit < 30 %.  Dari hasil penelitian diperoleh lima nomor harapan, tiga jahe putih kecil dan dua jahe merah, yaitu mutan B dan C dipilih sebagai nomor harapan produksi tinggi dan mutu tinggi, dan aksesi G untuk aksesi toleran bercak daun untuk jahe putih kecil.  Untuk jahe merah, aksesi K dan L memenuhi kriteria untuk diseleksi sebagai nomor harapan jahe merah produksi tinggi, mutu tinggi dan toleran bercak daun.

Kata kunci: Jahe, Zingiber officinale, seleksi, plasma nutfah, mutan, ketahanan, bercak daun.

ABSTRACT

Leaf blight has been one of the major constraints in ginger cultivation in several ginger production centres. Four pathogenic fungi have been reported to be associated with leaf blight i.e Pyricularia,Phyllosticta, Cercospora, and Phakopsora. Althoght leaf blight do not caused plants  death, but severe attacked at young plants affected plants development and reduced yield siginificantly.  The use of tolerant variety should be considered to solve the problem. Irradiated and selected germpplasm of small white and red gingers were evaluated against leaf blight in three endemic regions in Sukamulya and Cicurug Sukabumi and Sumedang.  Four MV1 small whire ginger rhizomes (irradiated with gamma rays at 5,7,9 Gy) and three selected small white gingers and four red gingers plus one control check variety for each have been planted using a randomized block design with three replications and 30 plants per treatment. Observations were made on plant growth, morphological characteristics, yield, quality and level of tolerance.  Data were analyzed using DMRT.  The results showed that in small white gingers, the highest yield was obtained from Sumedang, followed by Cicurug and Sukamulya.  Mutant B and  C produced the highest rhizome weight/plant 1139 g and  893 g in three locations.  Mutant B and C also showed high essential oil contents (2.55 % and 1.78 % ).  While for gingerol content both mutant B and C were 1.25 % and 1.37 %, slightly lower than the control check Halina2 (1.61 %), but similar with F and  G accessions.  The percentage  of plants attacked by leaf blight  on small white gingers were different among locations.  The lowest attacked (< 30 %) was found in Sumedang, and the highest attacked was in Sukamulya (> 50 %).  Three mutant (MV1) B, C, D and three accessions E, F and G showed the lowest percentage of attacked plants < 30 % in Sumedang, while in  Cicurug and Sukamulya higher than 50 %.  Combined data from three locations, accession G had the lowest percentage of attacked leaves < 30 % and lower than control (52.30 %).  For red ginger, K and L produced the highest rhizome weights/plant (824.40 and 825.37 g) higher than control and other accessions (683-724 g). L produced essential oil 2.60 % similar to control (2.57 %) and other accessions, and gingerol content of K and L were higher (1.03 % dan 1.01 %) than control (0.93%).  The percentage of attcked plants of all red ginger accessions were < 30 % and lower than control.  Five promising number were obtained from this research i.e three small white  and two for red gingers.  Two gingers (mutant B and C) selected for high yielding and high quality and G for tolerant to leaf blight, while for red gingers K and L were selected for high yielding, quality tolerant to leaf blight.

Key words: Ginger, Zingiber officinale, selection, germplasm, mutant, leaf blight, tolerance

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *