IDENTIFIKASI MARKA MOLEKULER UNTUK JAMBU METE BERPRODUKSI TINGGI

IDENTIFIKASI MARKA MOLEKULER UNTUK JAMBU METE BERPRODUKSI TINGGI

Otih Rostiana, M. Yunus, Ahmad Dadang, Tias Arlianti, Jajat Darajat

ABSTRAK

Jambu Mete (Anacardium occidentale) merupakan salah satu sumber devisa negara, namun saat ini, keberadaannya keberadaanya tergeser dengan komoditas baru yang lebih menjanjikan secara ekonomi, seperti kopi dan kakao. Populasi jambu mete tersebut dan beberapa varietas yang telah dilepas dikhawatirkan akan hilang secara berangsur angsur. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengumpulan materi genetik tanaman yang sudah dilepas, serta melakukan penentuan penciri identitas varietas tersebut. Untuk mempersingkat proses seleksi pohon induk berpotensi produksi tinggi, dapat dilakukan melalui pendekatan molekular dengan mengeksplorasi marka DNA, baik RAPD maupun Mikrosatelitt DNA pada jambu mete. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memperoleh penanda molekuler untuk Jambu Mete berproduksi tinggi. Penilitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai Desember 2013, di laboratarium Kelti Pemuliaan, kamar kaca kebun percobaan lingkup Balitro, dan lapang (pengembangan varietas unggul Jambu Mete di Jawa, Nusatenggara dan Sulawesi). Kegiatan tahun 2013 dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : (1) Pengelompokan (clustering) pada aksesi plasma nutfah  Jambu Mete berdasarkan potensi produksi (Rendah; Sedang; Tinggi), (2) Optimasi dan efisiensi teknik Isolasi DNA menggunakan metode CTAB yang dimodifikasi, (3) Optimasi dan efisiensi amplifikasi DNA menggunakan primer Random dan SSR menurut metode Shobha dan Thimmapappalah yang di modifikasi. Pada tahun 2013 telah berhasil dilakukan isolasi DNA Jambu Mete dengan menggunakan komposisi buffer CTAB modifikasi Doyle-Saghai dan sampel berupa daun kedua/ketiga dalam kondisi segar dengan rata-rata nilai OD (Optical Desenty) 1,27. Amplifikasi DNA dilakukan menggunakan empat primer RAPD, yaitu : OPA 2, OPN 14, UBC-184 dan UBC -185. Amplifikasi DNA pada primer OPA 2 memperlihatkan pola pita spesifik pada aksesi Nigeria 8 yang merupakan kelompok besar pada nilai diatasi 1000 bp dan hasil persilangan Oniki  1.1 x BO2 dan Oniki 1.4 x BO2 pada nilai 200 bp. Selama tahun 2013 juga telah dilakukan ekplorasi materi genetik varietas unggul yang telah dilepas di 4 provinsi yaitu : (1) Varietas MF 1 dari Kab. Flores Timur, NTT (2) Varietas ME 1 dari Kab.Ende, NTT (3) Varietas METEOR YK dari Kab. Gunug Kidul, DIY, (4) Varietas PK 36 dari Kab. Pangkep, Sulawesi Selatan, (5) MR 851 dari Kab. Maros, Sulawesi Selatan, (6) Varietas Muna, dari Kab. Muna Sulawesi Tenggara, dan (7) Jambu Mete lokal Alor, dari Kab. Alor Nusa Tenggara Timur. Materi Genetik berupa entres yang diperoleh kemudian disambung dengan batang bawah (asal biji) berumur 2 bulan dari varietas BO2 yang sudah disiapkan di KP. Cikampek. Bibit yang telah tersambung dipelihara di rumah kaca sampai cukup umur dan siap dipindahkan ke lapang sebagai tanaman koleksi.

Kata Kunci : Identifikasi, Jambu Mete, marka molekular, DNA

ABSTRACT

Cashew (Anacardium occidentale) is oneof foreign exchange source, but nowdays its existencehas been replaced by new commoditieswhich morepromising economically, such as coffee and cocoa. Population of cashewand some released varieties feared would disappear gradually over time. Therefore, it is necessary to collect cashew germplasm, especially varieties that have been released and determinatethe indentifier of those varieties. Selectionprocess of high production potential parent, can be shortenthrough a molecular approach by exploring DNA markers, both RAPD orDNA Microsatellite. The study was aimed toobtainmolecular marker for high production of cashew. The research was conductedon January to December 2013 in Plant Breeding laboratory, greenhouse of experimental garden of ISMCRI and field areal development of high yield varieties of cashew (Java, Sulawesi and NTT).The researchcarried out with the following stages: (1) Germplasm groupping, basedonproduction potential (Low; Moderate; Height), (2) Optimization and efficiency of DNA isolation technique using a modified CTAB method, (3 ) Optimization and efficiency of DNA amplification using random primer and SSR,according to the method of Shobha and Thimmapappalah that has been modified. DNA isolationhas been successfully performed  using second/third fresh leavesand modified CTAB buffer of composition Doyle-Saghai, with OD (Optical Desenty) average value 1.2. DNA amplification was performed using four RAPD primers, namely: OPA 2, OPN 14, UBC-184 and UBC -185. Amplificationusing OPA 2 showedspecific banding patternon above 1000 bp foraccession Nigeria 8 which included in high potential group,while on Oniki 1.1 x BO2 and 1.4 x Oniki BO2 it performed in the value of200 bp. During the year 2013, the research also has succesfully explorated genetic material of releasedvarieties in four provinces, namely: (1) MF 1 from the East Flores, NTT (2) ME 1, from Ende, NTT (3) METEOR YK from Gunung Kidul, Yogyakarta, (4) PK 36 from Pangkeb,South Sulawesi, (5) MR 851 fromMaros, South Sulawesi, (6) Muna, from Muna,Southeast Sulawesi, and (7) Local Alor, fromAlor, Eastwest Nusa.Those material then grafted with BO2 varieties aged 2 months as root stock. The grafting seed then maintainedat the greenhouse of Cikampek experimental garden until ready to be moved into the field as a plant collection.

Keyword: identification, cashew, molecular marker, DNA

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *