TEKNIK PENANGANAN PASCA PANEN TANAMAN OBAT TEMPUYUNG, TIMI, DAN MENIRAN UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKU TERSTANDAR

TEKNIK PENANGANAN PASCA PANEN TANAMAN OBAT TEMPUYUNG, TIMI, DAN MENIRAN UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKU TERSTANDAR

Bagem S. Sembiring, Sujianto, Fery Manoi

ABSTRAK

Pemanfaatan tanaman obat untuk kesehatan maupun pengobatan semakin meningkat pada saat ini. Jumlah industri obat tradisional semakin bertambah sehingga permintaan terhadap tanaman obat sebagai bahan baku obat juga meningkat. Kualitas bahan baku obat sangat penting diperhatikan karena berhubungan dengan khasiat. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan bahan baku obat yang memenuhi standar. Penelitian menggunakan tanaman obat tempuyung, meniran dan timi.  Penelitian terdiri dari dua sub kegiatan (1) cara pengeringan yang terdiri atas a) sinar matahari, b) sinar matahari ditutup dengan kain hitam dan c)alat pengering.  Parameter yang diamati meliputi karakteristik mutu, rendemen simplisia, skrining fitokimia dan unsur mineral. Sub kegiatan (2) ekstraksi dan penyulingan. Simplisia meniran dan tempuyung hasil terbaik dari kegiatan pertama diolah menjadi ekstrak.Kegiatan terdiri dari dua faktor yaitu ukuran partikel bahan (20, 40 dan 60 mesh) dan faktor kedua lama ekstraksi (2, 4, dan 6 jam).Sedangkan timi, faktor pertama adalah lama pelayuan (0, 2, 4, dan 6 hari) dan kedua lama penyulingan (2, 4 dan 6 jam).Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan tiga ulangan.  Parameter pengamatan terdiri dari rendemen ekstrak, kadar flavonoid, kadar tannin, rendemen minyak, indeks bias dan kadar timol minyak timi.Hasil pengamatan menunjukkan mutu simplisia tempuyung dan meniran yang dikeringkan menggunakan sinar matahari, sinar matahari ditutup kain hitam dan alat pengering tidak berbeda.Simplisia tempuyung dan meniran mengandung komponen kimia golongan alkaloid, saponin, steroid, glikosida, flavonoid, triterpenoid dan tannin.Ukuran partikel dan lama ekstraksi berpengaruh terhadap mutu ekstrak tempuyung dan meniran. Teknik ekstraksi tempuyung optimal terdapat pada ukuran partikel bahan 20 mesh dan lama ekstraksi 4 jam, sedangkan ekstraksi meniran pada ukuran partikel bahan 40 mesh dan lama ekstraksi 2 jam.  Mutu minyak timi dipengaruhi oleh lama pelayuan dan penyulingan.Teknik penyulingan timi optimal terdapat pada pelayuan selama 6 hari dan penyulingan 6 jam.

Kata kunci : tanaman obat, simplisia, ekstraksi, penyulingan, flavonoid dan timol

ABSTRACT

The utilization ofmedicinal plantsas medicine and for health improvement is increase time to time. Hence the increase demand for medicinal plantsas raw material forthe drug increase following the increase of the number of traditional medicine industries.The quality ofrawmaterialsis veryimportant related to the efficacy of the drugs.  The research aimed to obtain the standardized raw material. A material tested were the simplest of perennial sow thistle (Sonchus arvensis), thyme (Thymus vulgaris) and black catnip (Phyllanthus niruri). The researchconsistsoftwoactivities (1) drying method: sunlight, the suncoveredwitha blackclothanddryers. Parameters observed werequality characteristics, simplicia yield, phytochemical screeningandmineral content. (2) Extractionanddistillation method. The best simplicia from perennial sow thistle and black catnip from the first activity were processed into extracts. Factors tested were particlesizematerial(20, 40and60mesh) andextraction time (2, 4, and6hours).Factors tested for thyme were withering time(0, 2, 4, and6days) and distillation time(2, 4and6hours).The research was arranged factorialcompletely randomized designwiththree replications.Parametersobserved were extractyield, flavonoids andtanninscontent, oil yield, refractive indexandthymol content (for thyme).The results showed there were no differences in quality charactheristics for drying method on perennial sow thistle and black catnip.Perennial sow thistle and black catnipsimpliciacontainedalcaloid, saponins, steroids, glycosides, flavonoids, triterpenoidsandtannins.The particle sizeand extraction timeaffected the qualityextractsof perennial sow thistle and black catnip.The best treatment for perennial sow thistle was 20 mesh extractedfor 4hours, while for black catnip was 40meshextractec 2hours .Thymeoilqualitywas affectedbywitheringanddistillation time.The best method was withered for6daysandthen distillated for 6hours.

 Keywords: medicinal plants, simplicia, extraction, distillation, flavonoid, thymol

Download pdf,

One thought on “TEKNIK PENANGANAN PASCA PANEN TANAMAN OBAT TEMPUYUNG, TIMI, DAN MENIRAN UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKU TERSTANDAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *