PRODUKSI BENIH JAHE PUTIH BESAR UNVOLUMINOUS MELALUIMODIFIKASI TEKNIK BUDIDAYA

PRODUKSI BENIH JAHE PUTIH BESAR UNVOLUMINOUS MELALUIMODIFIKASI TEKNIK BUDIDAYA

Sitti Fatimah Syahid, Sri Wahyuni, dan Repianyo

 

ABSTRAK

Rimpang selalu digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman pada jahe putih besar (JPB) (Zingiber officinale Rosc). Ukuran benih rimpang yang voluminous (besar) menyebabkan penggunaan vahan tanaman yang cukup tinggi (2.000 kg per hektar). Hal ini menyebabkan biaya produksi yang cukup tinggi, dan menyulitkan dalam tranportasi. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui modifikasi ukuran rimpang melalui perbaikan teknologi budidaya sehingga didapatkan rimpang yang unvoluminous dan bermutu tinggi. Penelitian dilaksanakan selama 3 tahun, mulai tahun 2013-2015. Pada tahun pertama (2013), akan dilaksanakan 2 kegiatan percobaan yang bertujuan untuk mendapatkan: (1) Dinamika perubahan fisiologi dan biokimia benih rimpang JPB pembentukan dan perkembangan rimpang, sebagai dasar untuk menentukan waktu yang tepat untuk perlakuan modifikasi teknik budidaya selanjutnya, dan (2) Porositas media dan status air tanah yang menghasilkan rimpang JPB yang bermutu tinggi (bernas, unvoluminous). Kegiatan dilaksanakan di Kebun Percobaan Cicurug (Sukabumi), mulai bulan Januari 2013.                Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa (1) Kondisi kekeringan pada fase pertumbuhan aktif (3-4 BST) menyebabkan tanaman JPB mengalami senesen dini (5 BST) dan luruh pada umur 6 BST sehingga perkembangan rimpang tidak maksimal, (2) Tanaman JPB beradaptasi terhadap kekeringan dengan cara memodifikasi pertumbuhan akar dengan memperbanyak akar air sebagai cadangan air, (3) Akumulasi bahan kering rimpang meningkat sampai 5 BST, kemudian menurun secara berfluktuasi sampai umur 8 BST, (4) Suhu lingkungan yang tinggi pada awal pertumbuhan mempengaruhi pembentukan rimpang walaupun intensitas penyiraman dan porositas media tinggi, (5) Ketersediaan air yang rendah (penyiraman 10 hari sekali yang dimulai pada 4 BST) memberikan kondisi pertumbuhan yang kurang baik pada semua kondisi porositas media, (6) Porositas media yang berbeda dengan interval penyiraman yang berbeda menghasilkan karakteristik rimpang jahe yang berbeda. Porositas media 56-60 dan 61-65% secara umum menghasilkan karakteristik rimpang yang lebih baik dibandingkan media dengan porositas 51-55 dan 66-70%.

Kata kunci: Zingiber officinale Rosc., kekeringan, akar air, porositas media 56-60 dan 61-65%

ABSTRACT

Rhizome is usually used for propagation of large white ginger (Zingiber officinale Rosc.).The voluminoussize of rhizomes need 2,000 kg per hectare rhizomes as material propagation. Use of bulky seed as planting material need high production costs, and difficult to transport. One alternative that can be done to overcome this is to modify the size of rhizomes through improved cultivation technology and it will be result unvoluminous rhizome with high quality. The research will be conducted for 3 years, starting in 2013-2015. In the first year (2013), will be held 2 activity experiments to obtain: (1) Dynamics of changes in the physiology and biochemistry of seed rhizomes JPB during rhizomes development, and (2) The media porosity and the status of media water content that produce lJPB with high quality(pithy and unvoluminous). The research will be held in Cicurug (Sukabumi). Based on the research that has been done it is concluded that(1) drought conditions in the active growth phase (3-4 month after panting/MAP) causing plants experiencing early senesen (5 MAP ) and whole at the age of 6 MAP so no maximum rhizome growth; (2) plants adapt to drought by modifying root growth by increasing fleshy root as water reserves; (3) rhizome dry matter accumulation increased to 5 MAP, then declined to fluctuate until 8 MAP; (4) high environmental temperature on early growth affects rhizome formation although the intensity of watering and high porosity media; (5) availability of low water (watering 10 days beginning on 4 MAP ) provide unfavorable growth conditions in all media porosity conditions; (6) porosity of different media with watering intervals different characteristics of the ginger rhizome produces different media porosity 56-60 and 61-65% generally produces better characteristics compared rhizome media with porosity 51-55 and 66-70%.

Key words: Zingiber officinale Rosc., drought, fleshy root, media porosity 56-60 and 66-70%

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *