PRODUKSI BENIH SUMBER TANAMAN REMPAH, OBAT DAN AROMATIK

PRODUKSI BENIH SUMBER TANAMAN REMPAH, OBAT DAN AROMATIK

Sukamto, S. Wahyuni, D. Seswita, Repianyo

ABSTRAK

Benih merupakan faktor pertama dan utama di dalam pengelolaan tanaman, karena kualitas benih sangat menentukan berhasil atau tidaknya suatu usaha dalam agribisnis. Pertanaman akan tumbuh dengan baik bila benih yang digunakan bermutu tinggi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya diterapkan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, UPBS balittro memiliki mandat menyediakan benih sumber (kelas benih dasar sampai benih sebar) tanaman obat dan aromatik yaitu jahe, kencur, kunyit, temulawak, nilam, pegagan, serai wangi, mentha, sambiloto dan akar wangi serta benih sumber tanaman rempah (lada, panili, cengkeh), gambir dan mete yang berkualitas tinggi dan tepat waktu ke pada pengguna. Strategi lain dilaksanakan melalui usaha menumbuh kembangkan  penangkar benih tanaman obat dan aromatik sebagai jembatan antara Balittro dengan petani pengguna, sehingga dapat mempercepat tersedianya benih sebar ke petani pengguna. Pada tahun 2012, UPBS menghasilkan benih sumber (kelas benih dasar dan benih pokok) tanaman  Jahe Putih Besar (JPB – Cimanggu 1), Jahe Putih Kecil (JPK) dan Jahe Merah (JM) sebanyak 5 ton, nilam varietas Sidikalang, Tapak Tuan dan Lhokseumawe sebanyak 300.000 setek, kencur (Galesia 1, 2, dan 3) sebanyak 1 ton,  kunyit (Turina 1, 2, 3 dan Curdonia 1) sebanyak 3 ton, temulawak sebanyak  5 ton, Penanaman dilakukan dibeberapa lokasi terpilih yang diharapkan terbebas dari penyakit endemik yang dapat menyerang tanaman. Penanaman benih sumber tanaman obat dan aromatik lainnya yang berkualitas tinggi dan sehat di Cimanggu. Calon kebun induk lada seluas 4000 m2 dengan populasi 800 tanaman dan calon kebun induk panili seluas 3000 m2 dengan populasi 1600 tanaman di KP Sukamulya. Pengelolaan benih sumber khususnya rimpang-rimpangan telah memenuhi target sesuai dengan rencana kegiatan. Namun untuk produksi benih jahe mengalami kendala dengan adanya serangan penyakit layu bakteri, sehingga umur 5 bulan dipanen. Hal ini disebabkan bahwa lahan yang digunakan sudah terkontaminasi pathogen penyebab layu bakteri (Ralstonia solanacearum).

Kata kunci: Produksi benih sumber TOAR, Pogostemon cablin, Zingiber officinale, Caempferia galanga, Curcuma domestica, Curcuma xanthorriza

ABSTRACT

Seed is the first and principal factor in crop management and one of the crucial for the success or failure of a business in agribusiness. Crops will grow well when used high-quality seed and Standard Operating Procedures (SOP) which is applied to the cultivation. To support these activities, UPBS IMACRI has mandated providing seed source (seed-class base to disseminate seed) and aromatic herbs are ginger, kencur, turmeric, ginger, patchouli, gotu kola, citronella, Mentha, king of bitter and vetiver plant and seed sources spices (pepper, vanilla, clove), gambier and cashews are high quality and on-time to the user. Another strategy implemented through the efforts of breeder seeds to cultivate medicinal and aromatic plants as a bridge between farmers Balittro with users, so as to accelerate the availability of seedlings for distribution to farmers users . In 2012 , UPBS produce seed source (seed -class basic and basic seeds ) Great White Ginger plant (JPB – Cimanggu 1), Small White Ginger (JPK) and Ginger Red (JM ) 5 tons, patchouli varietiety of Sidikalang, Tapak tuan and Lhokseumawe 300,000 cuttings , Caempferia galangal (Galesia 1, 2, and 3 ) 1 ton, turmeric (Turina 1, 2, 3 and Curdonia 1) 3 tons , 5 tons of ginger, Cultivation is conducted in some selected locations that are expected to be free of disease endemic that can attack plants. Planting the seed source of medicinal and aromatic plants and other high-quality sound in Cimanggu. Prospective parent pepper garden of 4000 m2 with a population of 800 plants and gardens parent vanilla candidate of 3000 m2 with a population of 1600 plants in KP Sukamulya. Management of seed-rhizomes has got the target in accordance with the action plan . However, for the production of seed ginger experiencing problems with the bacterial wilt disease, so should had harvested at the age of 5 months. This is due to that the land  contaminated by pathogen causes bacterial wilt (Ralstonia solanacearum ) .

Keywords: Seeds sources production, Medicinal Aromatic Plants (MAPs), Cymbopogon nardus, Pogostemon cablin, Zingiber officnale, Kaempferia galangal, Curcuma domestica, Curcuma xanthorriza

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *