DOKUMENTASI PLASMA NUTFAH TANAMAN REMPAH DAN OBAT

DOKUMENTASI PLASMA NUTFAH TANAMAN REMPAH DAN OBAT

R. Heryanto, C. Syukur, W. Haryudin, R. Bakti, D. Surachman dan T. Nurcahaya

ABSTRAK

Kegiatan penelitian Dokumentasi dilakukan di kebun koleksi plasma nutfah, KP. Cimanggu, KP. Cicurug, KP. Sukamulya, KP. Gunung Putri, KP. Manoko, KP. Cikampek, KP. Laing, dan Laboratorium. Database Bogor (Jawa Barat) dari bulan Januari sampai dengan Desember 2012. Sampai akhir tahun 2012 telah mengupdate data-data koleksi plasma nutfah berdasarkan perubahan jumlah koleksi yang di konservasi di kebun-kebun koleksi. Jumlah koleksi yang tumbuh di lapang di data setiap bulan untuk mengetahui ada tidaknya koleksi yang tidak tumbuh atau mati, dan ada tidaknya penambahan jumlah koleksi. Perubahan-perubahan jumlah koleksi di lapang dijadikan bahan untuk memperbaiki data koleksi yang ada di buku induk plasma nutfah di kebun. Perubahan-perubahan dalam buku induk plasma nutfah di kebun digunakan juga untuk memperbaiki data-data koleksi plasma nutfah secara keseluruhan yang direkam ke dalam system database secara komputerisasi. Data koleksi yang sudah terekam dalam system database sebanyak 884 jenis dengan jumlah aksesi sebanyak 3276 aksesi. Terjadi peningkatan jumlah koleksi database yang di tahun 2011 yaitu 758 jenis dan 2664 aksesi. Peningkatan terjadi karena KP. Cikampek sudah dikelola oleh Balittro, yang sebelumnya dikelola oleh Balittri, Jumlah koleksi di KP. Cikampek 5 jenis dengan 189 aksesi.  Koleksi di KP. Sukamulya berjumlah 12 jenis dan 583 aksesi, KP. Manoko berjumlah 197 jenis dengan 514 aksesi, KP. Cicurug berjumlah 187 jenis dengan 804 aksesi, KP Laing berjumlah 114 jenis dengan 259 aksesi, dan KP. Gunung Putri berjumlah 75 jenis dengan 176 aksesi. Koleksi yang di rejuvenasi tumbuh baik dengan pertumbuhan beragam sesuai dengan ragam genetik yang dimiliki masing-masing jenis sesuai dengan daya adaptasi masing-masing aksesi dan teramatinya karakter-karakter pertumbuhannya.

Kata kunci: Rejuvenasi, karakterisasi, evaluasi, plasma nutfah, TOA

ABSTRACT

Documentation of spices and medicinal crops germplasm was conducted at Cimanggu . Cicurug, Sukamulya, Gunung Putri, Manoko, Cikampek, Laing experimental garden  and Laboratory of Database Bogor (West Java), from January to December 2012. Until the end of 2012, it has been updated the germplasm data collections based on changes in the number of collections in filed. At field, number of collections being recorded each month to determine whether there is a collection does not grow or die, and whether increasing the number of collections. Changes in the number of collections in the field is used to improve data collection in the main book germplasm at the garden. The changes in the main book germplasm used in the garden as well as to improve the data collection of germplasm as a whole are recorded into a computerized database system. Data collection has been recorded in as many as 884 types of database systems with as many as 3276 accession accession number. An increasing number of database collection in 2011 and 2664 are 758 types of accession. Increase occurs because  Cikampek experimental garden already managed by Indonesian Spices and medicinal crops research Institute,, who previously managed by Indonesian Industry and Freshner crops research Institute, accession number in Cikampek consits of 5 species with 189 accessions. Collection in Sukamulia has 12 species and 583 accessions. Manoko  197 species with 514 accessions, Cicurug has 187 species with 804 accessions. Laing has 114 species with 259 accessions, and Gunung Putri has 75 species with 176 accessions. All of the collection grow well in rejuvenation. Their growth were varied  according to the genetic diversity of each species and  their  adaptability.

Keywords: rejuvenation, characterization, evaluation, germplasm, of spices and medicinal crops

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *