INDUKSI PEMBUNGAAN DENGAN ZAT PENGHAMBAT TUMBUH UNTUK MENEKAN FLUKTUASI HASIL CENGKEH

INDUKSI PEMBUNGAAN DENGAN ZAT PENGHAMBAT TUMBUH UNTUK MENEKAN FLUKTUASI HASIL CENGKEH

Rosita SMD, I. Darwati, A. Ruhnayat, Setiawan, M. Ali, Enjang, M. Tajudin, dan Susi NS

ABSTRAK

Salah satu kendala pada pembudidayaan cengkeh adalah fluktuasi hasil, dimana panen besar terjadi 2-4 tahun sekali. Salah satu penyebab utama fluktuasi hasil pada tanaman cengkeh adalah faktor internal. Fotosintat, nutrisi dan zat penghambat tumbuh merupakan faktor internal yang dapat mengendalikan proses pembungaan. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari sampai Desember 2013 di kebun cengkeh produktif (umur ± 30 tahun) milik petani di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok diulang 3 kali. Penelitian terdiri dari 13 perlakuan pemberian zat pengatur tumbuh Paclobutrazol yaitu : (1) Kontrol, (2) 2500 ppm Paclobutrazol, diberikan 8 minggu setelah panen; (3) 2500 ppm Paclobutrazol, diberikan 10 minggu setelah panen, (4) 2500 ppm Paclobutrazol, diberikan 12 minggu setelah panen, (5) 2500 ppm Paclobutrazol, diberikan 14 minggu setelah panen, (6) 2500 ppm Paclobutrazol, diberikan 16 minggu setelah panen, (7) 2500 ppm Paclobutrazol, diberikan 18 minggu setelah panen, (8) 5000 ppm Paclobutrazol, diberikan 8 minggu setelah panen, (9) 5000 ppm Paclobutrazol, diberikan 10 minggu setelah panen, (10) 5000 ppm Paclobutrazol, diberikan 12 minggu setelah panen, (11) 5000 ppm Paclobutrazol, diberikan 14 minggu setelah panen, (12) 5000 ppm Paclobutrazol, diberikan 16 minggu setelah panen, dan (13) 5000 ppm Paclobutrazol, diberikan 18 minggu setelah panen. Morfologi tanaman cengkeh yang diambil sebagai bahan penelitian memiliki rata-rata tinggi tanaman, lebar kanopi dan diameter batang masing-masing 8 m, 6 m, dan 79 cm. Produksi bunga rata-rata per pohon 5,46.kg, jumlah bunga/m2 adalah 136,92. Hasil analisis daun sebelum perlakuan paklobutrazol adalah sebagai berikut : kadar klorofil (0,16%), kadar karbohidrat (22,13%), C/N ratio (33,88), serta kadar zat pengatur tumbuh GA3 (0,0127%) dan kinetin (0,0082%).

ABSTRACT

One of the main problems in clove cultivation is fluctuation in productivity which occurs every 2 – 4 years.  The main cause of the fluctuation is internal factors such as photosynthates, nutrients and plant growth inhibitors which control flowering.  The research was conducted from January to December 2013 at productive clove plantation (30 years old) belongs to the farmer at Sumedang, West Java. The research was arranged in Randomized Block design with three replications.  The treatments tested were (1) control, (2) paclobutrazol 2500 ppm, was applied eight weeks after harvesting (WAH), (3) 2500 ppm Paclobutrazol, was given 10 WAH, (4) 2500 ppm Paclobutrazol, 12 WAH. (5) 2500 ppm Paclobutrazol, 14 WAH, (6) 2500 ppm Paclobutrazol, 16 WAH, (7) 2500 ppm Paclobutrazol, 18 WAH, (8) 5000 ppm Paclobutrazol, 8 WAH, (9) 5000 ppm Paclobutrazol, 10 WAH, (10) 5000 ppm Paclobutrazol, 12 WAH, (11) 5000 ppm Paclobutrazol, 14 WAH, (12) 5000 ppm Paclobutrazol, 16 WAH, and (13) 5000 ppm Paclobutrazol, 18 WAH. Plant sample had an average of plant height, canopy width and stem diameter of 8 m, 6 m, and 79 cm respectively. Production average per trees 5,46 kg, and the number of flower/m2 was 136.92. While the results of the analysis paklobutrazol leaves before treatment is as follows: chlorophyll content (0,16%), carbohydrate content (22,13%), C/N ratio (33,88), and the levels of growth regulators GA3 (0,0127%) and kinetin (0,0082%)

Download,pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *