vPERFORMA KONSORSIA MIKROBA DALAM MENEKAN KEJADIAN PENYAKIT BPB DI LAPANG, DAN JAMUR-JAMUR ENDOFIT UNTUK MEMPERKAYA KONSORSIA MIKROBA.

vPERFORMA KONSORSIA MIKROBA DALAM MENEKAN KEJADIAN PENYAKIT BPB DI LAPANG, DAN JAMUR-JAMUR ENDOFIT UNTUK MEMPERKAYA KONSORSIA MIKROBA.

Dono Wahyuno, Dyah Manohara, Octivia Trisilawati

ABSTRAK

Busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh Phytophthora capsici dapat terjadi saat tanaman masih di pembibitan maupun setelah tanaman di lapang. Bibit tanaman lada yang telah diberi perlakuan saat di pembibitan dengan Pseudomonas fluorescens, Trichoderma dan mikoriza atau kombinasi diantaranya menunjukkan hasil pertumbuhan dan penekanan kejadian busuk pangkal batang (BPB) yang lebih baik di tingkat rumah kaca. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektitifitas mikroba tersebut di atas setelah tanaman dipindahkan ke lapang. Pengujian lanjutan di lapang dilakukan di KP. Sukamulya, Kab. Sukabumi, Jawa Barat. Percobaan disusun secara acak kelompok dengan lima ulangan yang terdiri dari 16 tanaman lada per petak (ulangan) menunjukkan bahwa penekanan kejadian busuk pangkal batang (BPB) terendah ditemukan pada perlakuan yang diinokulasi dengan Trichoderma, sedang pada perlakuan lainnya tingkat kematian tanaman yang ada tidak berbeda nyata dengan kontrol. Kandungan posfor pada daun dan asam salisilat pada kelima perlakuan yang diujikan relatif lebih tinggi daripada kontrol. Pertumbuhan tanaman berupa jumlah buku, dan berat akar juga menunjukkan pertumbuhan lebih baik dibanding kontrol, khususnya yang diberi perlakuan Trichoderma saja. Hasil isolasi jamur endofit dari perakaran lada yang sehat, hanya ditemukan tiga isolat yang perlu diuji lebih lanjut di rumah kaca.  Musim kemarau yang tidak teratur dan relatif panjang mungkin menyebabkan jamur endofit potensial yang berhasil diisolasi jumlahnya sedikit.

Kata Kunci : Lada, Busuk pangkal batang (BPB),  Phytophthora capsici,

ABSRACT

Phytophthora capsici is a plant pathogenic fungus causes foot rot disease on many pepper production areas in Indonesia. The disease can be found from various pepper stages from seedlings in nursery up to adult one at plantation. At the previous study, pepper vines seedlings were inoculated by Pseudomonas fluorescens, Trichoderma and arbuscula mychorrhiza fungus or its combinations in green house showed foot rot disease incidence lower than the uninoculated ones after artificially invested by Phytophthora’s zoospore suspension. The aim of the present study was evaluating the microbe effectiviness on reducing disease incidence of pepper vines after the treated plants was transferred in field condition.  Further evaluation were carried out by growing the pepper vines on foot rot disease endemic area in Sukamulya Exp. Garden, at Sukabumi District, West Java Province. The pepper vines were prepared and treated by the same way as conducted at the previous year activites. The pepper vines with seven nodes of each tested treatment were planted on the field and arranged in Random Block Design in five blocks  that consist of 16 vines each. Vine mortality (due to foot rot disease), number of node, root and leaf weigh, salisilyc acid and phophorous content of root and leaf respectively were recorded and analysed. The results showed that plot that inoculated by Trichoderma soley had lower disease incidence and showed better for growing parameters.  The second activities aimed to find fungal endophytes that will be screened of its efficacy and effectivienss in promoting plant growth as well as reducing foot rot disease incidence.

Kata Kunci : pepper, foot rot disease, Phytophthora capsici,

Download,pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *