UJIADAPTASI SERAI WANGI DI TIGA LOKASI PENGEMBANGAN

UJIADAPTASI SERAI WANGI DI TIGA LOKASI PENGEMBANGAN

 

Cheppy Syukur., Endang Hadipoentyanti., Rudiana dan D. Surachman

 

ABSTRAK

 

Seraiwangi merupakan salah satu penghasil minyak atsiri penting, karena dewasa ini permintaannya relatif tinggi. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil dan pengekspor minyak atsiri di dunia, perlu memanfaatkan peluang pasar tersebut dengan memproduksi minyak atsiri dari seraiwangi yang bermutu tinggi. Penelitian dilakukan terhadap sepuluh nomor harapan seraiwangi di Cianjur Selatan (1.200 m dpl), di Purwakarta (950 m dpl) dan di Bandung Barat (1.100 m dpl), mulai Januari sampai Desember 2013.  Bahan tanaman yang digunakan yaitu : (1)  Klon 001 (2)  Klon 002, (3) Klon 003, (4)  Klon 004, (5)  Klon 005, (6)  Klon 006, (7)  Klon 007 (8)  Klon 008, (9)  Klon 009, (10) Klon 010, disusun dalam rancangan acak kelompok, diulang tiga kali. Hasil  pengujian di lapangan menunjukkan adanya perbedaan produksi antara klon 004 dan klon 006.  Klon 004  menghasilkan produksi bobot daun segar sebesar 1.299 gram per rumpun dengan kadar minyak tertinggi 2.60%,setara dengan kadar minyak sebesar 517 liter per hektar. Klon 006  memiliki produksi bobot daun segar 1.466 gram per rumpun dengan kadar minyak 2.15%. setara dengan kadar minyak sebesar 469 liter per hektar. Berdasarkan rata-rata produksi minyak tertinggi di 3 lokasi, yaitu klon 004 diikuti klon 006 dan klon 003, sedangkan varietas Seraiwangi 1 sebagai pembanding berada diurutan ke  9 dengan produksi sebesar 321 liter per hektar. Secara keseluruhan rata-rata dari 3 lokasi yang digunakan sebagai lahan pengujian produksi bobot daun segar tertinggi ditampilkan oleh klon 006 dan klon 004.

 

Katakunci :  Andropogon nardus, seraiwangi, komponen produksi, mutu

 

ABSTRACT

 

Citronella plant is one of the important essential oil producers because of the relatively high demand nowadays. Indonesia as one of the country’s essential oil manufacturer and exporter in the world, need to capitalize on the market opportunity by producing essential oils of high quality citronella. Research was conducted on ten promissing lines of citronella in South Cianjur (1. 200 m above sea level), in Purwakarta (950 m above sea level) and at West Bandung (1. 100 m above sea level), from January until December 2013. Plant material used  namely: (1) Clone 001, (2) Clone 002, (3) Clones 003, (4) Clones 004,  (5) Clones 005, (6) Clon 006, (7) (8) Clone 007, (8) Clone 008, (9) Clone 009, (10) Clones 010, arranged in a randomized block design with three replications.The result  showed  that there was a difference between on yield  component of clones 004 and clone 006, where clone 004 had the fresh leaves (1,299 gram) per clump, and essential oil content (2.60%), equal with 514 litres per acre.  Clones 006 has the highest fresh weight of leaf production (1,400 grams per clump), essential  oil content 2.15%. equal with 453 liters per hectare. Based on average oil production iin three locations, clones 004 is higher than clones 006 , and followed  by clone 003, while controll (Seraiwangi 1) had the 9th with the production of 320 litres per hectare. Araound the  average of three locations tested, fresh leaf yield were shown by clones 006 and clone 004.

 

Keywords:  Andropogon nardus,  Citronella, yield components, quality

Download,pdf,

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *