PENGUJIAN KETAHANAN LADA HIBRIDA TERHADAP PENYAKITBUSUK PANGKAL BATANG DI DAERAH ENDEMIK

PENGUJIAN KETAHANAN LADA HIBRIDA TERHADAP PENYAKITBUSUK PANGKAL BATANG DI DAERAH ENDEMIK

 

N. Bermawie, Nurlaela, D. Manohara, N. N. Kristina, Refianyo,

Ramdhan Arismaya dan Suryatna

 

ABSTRAK

 

Tingkat ketahanan 20 lada hibrida telah dilakukan di daerah bekas tanaman lada yang terserang penyakit BPB, yaitu di Desa Tulung Lancip, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Pengujian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, 3 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah 20 klon hibrida dan 2 varietas lada sebagai pembanding, yaitu Petaling 1 (peka BPB) dan Natar 1 (agak tahan terhadap BPB) ditanam dengan jarak tanam 2,5 m x 2,5 m, 9 tanaman per plot dengan ukuran plot 2,5 m x 22,5 m. Pengamatan dilakukan terdapat karakter komponen hasil, hasil dan mutu serta ketahanan tanaman yang dicirikan dengan jumlah tanaman yang tetap hidup pada tiap perlakuan. Kadar minyak atsiri semua nomor yang diujui tidak berbeda nyata.  Tiga hibrida memiliki kadar minyak atsiri yang sebanding dengan varietas pembanding yaituLH 38-30, LH 20-3, dan LH 120-10. Dua hibrida LH 20-3 dan LH 37-16 menghasilkan kadar oleoresin 24.32-24.67 %,  yang nyata lebih tinggi dari varietas pembanding (13.97-14.95 %).  Enam lada lada hibrida LH 36-37,  LH 38-30, LH 36-1, LH 4-4, LH 36-34 dan LH 62-2 menunjukkah jumlah cabang primer, cabang sekunder, jumlah malai, hasil per pohon (5.5-8.75 kg per pohon) dan mutu yang sebanding atau lebih baik dari dua varietas pembanding (5.18-5.78 kg per pohon). Tujuh hibrida yaitu LH 33-3, LH 36-34, LH 36-1, LH 35-32, LH 63-1 LH 38-30, LH 36-37  tahan tehadap penyakit BPB, tetapi hanya empat yang produksinya tinggi atau sebanding dengan varietas pembanding yaitu LH 36-34, LH 36-1, LH 38-30 dan LH 36-37.  Berdasarkan parameter komponen hasil, hasil dan mutu, dan atau ketahanan terhadap penyakit BPB dipilih enam lada hibrida yaitu LH 36-37,  LH 38-30, LH 36-1, LH 4-4, LH 36-34 dan LH 62-2 untuk diteliti lebih lanjut.

 

Kata kunci : Lada, hibrida, uji ketahanan, penyakit BPB.

 

ABSTRACT

 

A field trial has been conducted to evaluate the resistance level of 20 hybrid clones of black pepper to foot rot disease. The study was undertakenin an endemic area inTulung Lancip Village, Sukadana, East Lampung District. A randomized block design with three replications was used. Treatment was 20 hybrid clones and two black pepper varieties i.e. Petaling 1 (sensitive to foot rot) and Natar 1 (semi tolerant to foot rot) as checks were planted in a spacing distance of2.5 m x 2.5 m, 9 plants per plot; each plot was 2.5m x 22.5m. Observations were made on yield components, yield, quality (essential oil, oleoresisn and piperin contens) and level of resistance indicated by number of plants remained live in each treatment. Oil content of all tested plants is not significantly different. Three hybrids showed oil contents corresponds to the control varieties. Two hybrids produced oleoresin significantly higher (24.32-24.67%) than the check varieties (13.97-14.95%). Six hybrids LH 36-37, LH 38-30, LH 36-1, LH 4-4, LH 36-34 and LH 62-2 showed number of primary branches, number of secondary branches, number of spikes  and yield per tree (5.5-8.75 kg per tree)  correspond to or higher than the control varieties (5.18-5.78 kg per tree). Seven hybrids LH 33-3, LH 36-34, LH 36-1, LH 35-32, LH 63-1 LH 38-30, LH 36-37 were resistance to foot rot. But only four hybrids i.e. LH 36-34, LH 36-1, LH 38-30 and LH 36-37 produced yield corresponded to or higher that the control varieties.   Based on the yield components, yield, quality and or ressitance to foot rot, six hybrids will be further studied i.e. LH 36-37, LH 38-30, LH 36-1, LH 4-4, LH 36-34 and LH 62-2.  

 

Keywords  : Black pepper,hybrids, resistance test, fot rot diseases.

Download,pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *