UJI ADAPTASI KLON HARAPAN VANILI TAHAN PENYAKIT BUSUK BATANG VANILI (BBV)

UJI ADAPTASI KLON HARAPAN VANILI TAHAN

PENYAKIT BUSUK BATANG VANILI (BBV)

 

D. Seswita, Endang Hadipoentyanti, Sukarman, U. Mansur,  Sumarko, Lia Amalia, Sarwanda dan Suryatna

 

ABSTRAK

 

Penelitian uji adaptasiklon harapan vanili tahan penyakit dilakukan dari bulan Januari sampai Desember, 2013, ditiga lokasi yaitu: KP Natar, Lampung, KP.Sukamulya, Sukabumi, dan KP. Fakultas Pertanian Winaya Mukti, Sumedang (Jawa Barat). Percobaan dengan 8 perlakuan, 4 ulangan dan 30  tanaman pada setiap unit percobaan dan lokasi , disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK). Delapan perlakuan tersebut adalah delapan nomor harapan vanili (empat somaklon, satu hibrida, satu mutan, dan dua varietas yaitu : klon 2 dan 4 ) sebagai pembanding). Parameter yang diamati meliputi persentase tanaman yang hidup, tinggi tanaman, dan  jumlah daun. Sampai Desember 2013 tanaman baru berumur sembilan bulan. Hasil pengamatan menunjukkan sebagai berikut: dari tiga lokasi tanaman vanili yang di tanam di KP. Sukamulya  menghasilkan pertumbuhanterbaik  dengan tanaman yang masih tumbuh tumbuh  97.5 %, sedangkan di Sumedang menghasilkan tanaman hidup terendah yaitu 53.75 %, khususnya pada nomor 1 dan nomor 5. Di K.P. Natarklon harapan no 7 menghasilkan panjang sulur, jumlah daun dan panjangakar terbanyak terbanyak berturut-turut 77,52 cm, 28,49 helai dan 13,94 cm..

 

Kata kunci : vanili, uji adaptasi, ketahanan, produksi tinggi

 

ABSTRACT

 

Adaptation test of vanillapromising clonesresistant tostem wilt diseaseswas conducted in the three locations, i.e. Experiment Agricultural Station (EAS) Natar, Lampung ,EAS.Sukamulya Sukabumi and EASFaculty of Agriculture Winayamukti, Sumedang (West Java)from JanuaryuntilDecember, 2013. In each locations the experiment was arranged in randomized completely block design with consist of eight treatments, four replications and 30 plants / unit experiment. The eight treatments were :four somaclones,  one hybrid , one mutants and two varieties clones 2 and 4  as a comparison. Variable were observed includedthe percentage of living plants, plant height and, number of leaves. Until December 2013, the plants were 9 months old after planting. The results showed that Vanilla planted in Sukamulya produced the best growth of all three locations, with living plants 97.5%, contrasly vanilla planted in Sumedang  produced the lowest living plants (53.75 %)., while vanilla planted in Natar  produced the highest length of stem, number of leaves and length of root,respectively were 77. 52 cm, 28. 49 and 13. 94 cm.

 

Keywords : vanilla, test adaptation, resilience, high production

Download,pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *