OBSERVASI MORFOLOGI DAN PRODUKSI LADA

OBSERVASI MORFOLOGI DAN PRODUKSI LADA

 

N. Bermawie., Sri Wahyuni., Rudi T. Setiyono., R. Heryanto dan Repianyo

 

ABSTRAK

Areal pertanaman lada di Jawa Barat tahun 2012 adalah 2562 Ha, luasan terbesar di daerah Sukabumi (180 ha).  Lada di Sukabumi,  telah ditanam sejak jaman Belanda, mempunyai karakteristik bulir panjang, berbeda dengan lada pada umumnya yang banyak ditanam di Bangka dan Lampung. Observasi lada tersebut telah dilakukan di Sukabumi dan Purwakarta mulai tahun 2012, namun tahun 2013 pertanaman di Sukabumi dilakukan pemangkasan dalam sehingga tidak dapat dilakukan observasi produksi tanaman. Pengamatan dilakukan terhadap hasil, komponen hasil dan mutu lada, selanjutnya dilakukan uji T untuk melihat perbedaan antara lada lokal dengan lada Petaling 1.  Hasil uji T untuk beberapa karakter morfologi lada memperlihatkan bahwa karakter daun (panjang, lebar dan panjang tangkai) berbeda antar varietas lokal dengan varietas Petaling. Demikian pula pada karakter buah (panjang malai, jumlah biji per malai, bobot malai dan panjang tangkai malai), serta produksi tanaman per pohon. Lada lokal mempunyai ukuran malai lebih panjang (8-12 cm) dengan jumlah buah per malai 55 – 78 butir/tandan, dan produksi buah 1,5 – 3,4 kg/pohon, lebih tinggi bila dibanding lada varietas Petaling yang ditanam di lahan yang sama. Mutu kadar minyak atsiri lada yang diproses menjadi lada putih maupun lada hitam antara lada lokal dan petaling tidak berbeda, berkisar antara 2,07 – 3,63%. Mutu kadar piperin (3.38-6.41), tidak begitu berbeda dengan lada umumnya (2,8 – 3,8%) Mutu kadar oleoresin (9,42 – 13,54), baik pada lada lokal maupun lada petaling, tergolong tinggi dari rata-rata umum (5%).  

 

Kata kunci   : Lada, produksi, mutu.

 

ABSTRACT

 

Pepper cultivation area at West Java in year 2012 is 2562 Ha, and the bigger area of cultivation is at Sukabumi District (180 Ha).  Pepper at Sukabumi have been planted  since dutch era with the major characteristic is having long panicle.  It is different with the the commonly pepper which planted at Lampung and Bangka. Observation of pepper have been conducted since year 2012 at two locations (Purwakarta and Sukabumi) for morphology, yield and yield component characters. In year 2013 plantation at Sukabumi  having deep cutting, the yield data was can not be obtained then. To see the differences between local pepper and  Petaling variety, T-test was conducted for characters observed. Result showed that leaves characters (leaves length, leaves width and stalk length) between both pepper was different, and so does the yield characters  such panicle length, numbers of fruit per panicle, panicle weight and fruit yield each plant.  Local pepper have longer panicle  (8-12 cm) and numbers of fruit (55-78) with yield per plant 1.5 – 3.4 kg. Essential oil quality  of processing fruit as white or black pepper of both local and petaling varieties are most similar 2.07 – 3.63%.  Moreover, piperin content was range from (2.8 – 3.8%), it was similar with common pepper.  In the other hand, oleoresin content was (9.42 – 13.54 %). It is a bit higher compared to commonly pepper which usually have oleoresin content  5%.

 

Key word  :  Pepper, yield, quality

Download,pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *