TRANSFORMASI FAKTOR TRANSKRIPSI WKRY ASAL TANAMAN PADI PADA NILAM UNTUK KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT

TRANSFORMASI FAKTOR TRANSKRIPSI WKRY ASAL TANAMAN PADI PADA NILAM UNTUK KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT

Sukamto, T. Joko, Atmisharmini, A. Apriani, Amalia, N. Sirait

ABSTRAK

Tanaman nilam merupakan tanaman tropik yang banyak dibudidayakan di Indonesia, dan lebih dari 80% dari produksi minyak dunia di pasok dari Indonesia. Masalah utama dalam budidaya nilam di Indonesia adalah belum ada varietas tahan terhadap penyakit, adanya serangan hama dan penyakit, dan terjadi alelopati. Beberapa penyakit telah dilaporkan dan menjadi masalah di Indonesia antara lain penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum), nematoda dan penyakit budok. Sampai saat ini varietas tahan terhadap penyakit, khususnya budok, belum ditemukan. Tanaman tahan atau toleran dapat diperoleh dengan teknik tranformasi gene dan pemuliaan tanaman. Trankripsi factor WRKY telah diketahui dapat meregulasi serangan beberapa patogen penyebab penyakit tanaman. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan 5-10 galur nilam transgenik WRKY sebagai kandidat yang tahan perhadap penyakit nilam (layu bakteri dan budok). Penelitian dilakukan di laboratorium Penyakit Tanaman, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, dan Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB-Biogen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen OsWRKY76 yang berasal dari tanaman padi dapat ditransformasi dengan menggunakan Agrobacterium tumefaciens ke tanaman nilam (varietas Sidikalang). Pada tahun 2010-2011 telah dihasilkan 21 nomor nilam transgenik WRKY, kemudian diperbanyak secara vegetatifi. Analisis molekuler terhadap 21 nomor nilam transgenik WRKY dilakukan dengan teknik independen PCR.  Gen WRKY berhasil dipindahkan pada lima galur nilam, yaitu T1, T8, T10, T11, dan T12. Hasil pengujian ketahanan di rumah kaca terhadap tiga penyakit utama nilam menunjukkan bahwa ada beberapa klon nilam transgenic WRKY yang tahan. Nomor yang tahan perlu diperbanyak dan diuji pada skala yang lebih besar.

Kata kunci: Pogostemon cablin  Benth, penyakit, tahanan, transfer gen

ABSTRACT

The patchouli plant is tropical crop and areas of commercial cultivation are located mainly in Indonesia, which occounts for over 80% of world patchouli oil production. The main problem in patchouli oil cultivated in Indonesia are lacking in good varities, the present of pest dan diseases, and occurence of allelopathy. Patchouli oil plants in Indonesia has been reported to be affected by wilt disease (Ralstonia solanacearum), nematode and “budok” disease (Synchytrium sp.). Up to present, resistant varieties of patchouli against plants disease especially for budok disease is not available yet in Indonesia. Plants tolerant/resistance to disease can be obtained through several techniques such as genetic transformation and plant breeding. WRKY transcription factors have been known to regulate expression of infectious disease causing several pathogens The objectivity of research was to obtain 5-10 line of patchouli plants with WRKY gene expression for disease resistance (wilt bacterial and budok disease). The research was conducted in laboratorium of plant pathologi research institute for medicinal and aromatic crops, and Indonesian Centre for Agricultural Biotechnology and Genetic Resources Research and Development (ICABIOGRAD). The research showed that OsWRKY76 transcription factor from rice (Oriza sativa) plants can ditransformasi by using Agrobacterium tumefaciens to Pogostemon cablin (Sidikalang varieties). In the 2011-2012 has been obtained 21 number of transgenic WRKY in green house. Molecular analysis using PCR indicated that only T1, T8, T10, T11, T13 were positive containing hptII gene. This result indicated that the OsWRKY76 from rice plant can be transformed to patchouli plants.

Keywords: Pogostemon cablin Benth, disease, resistance, gene transfer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *