PEMANFAATAN INSEKTISIDA NABATI DAN Beauveria bassiana UNTUK MENGENDALIKAN Helopeltis antonii SIGN

PEMANFAAATAN INSEKTISIDA NABATI DAN Beauveria bassiana UNTUK MENGENDALIKAN Helopeltis antonii SIGN

Warsi R. Atmadja, Rohimatun, T.E. Wahyono, Ahyar dan Nurbetti Tarigan

ABSTRAK

Hama penghisap buah dan pucuk Helopeltis antonii (Hemiptera; Miridae) merupakan salah satu kendala utama budidaya jambu mete di Indonesia. Pengendalian H. antonii dapat dilakukan dengan menggunakan agen hayati, seperti Beauveria bassiana dan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan mendapatkan jenis pestisida nabati dan B. bassiana yang efektif terhadap H. antonii. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kelompok Peneliti Hama dan Penyakit Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor dan Kebun Percobaan Cikampek, Jawa Barat pada bulan Januari sampai dengan Desember 2012. Pada tahun pertama (2012) akan dilakukan pengujian pada skala laboratorium (di Laboratorium Entomologi Balittro) dan lapang (di KP. Cikampek). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan skala laboratorium adalah formula insektisida nabati serai wangi, serai dapur, cengkeh, nilam, dan pala, serta pembanding menggunakan CEES (dengan konsentrasi anjuran 2 ml/l), insektisida sintetis deltametrin (konsentrasi 0,5 ml/l), dan kontrol. Masing-masing ulangan terdiri dari 10 ekor imago H. antonii. Pengujian laboratorium dilakukan dua tahap, yaitu pengujian pendahuluan dan pengujian lanjutan. Pengujian B. bassiana di laboratorium dilakukan dua tahap, yaitu pengujian pendahuluan dan pengujian lanjutan. Pengujian pendahuluan toksisitas B. bassiana dilakukan untuk menentukan strain dan kisaran konsentrasi spora yang mampu menyebabkan mortalitas serangga uji ≥ 80%. Strain dan kisaran konsentrasi B. bassiana yang diperoleh dari uji pendahuluan diujikan pada bibit jambu mete skala laboratorium. Infestasi serangga H. antonii dilakukan pada bibit jambu mete yang telah disemprot B. bassiana kemudian ditutup kurungan kain kasa. Tiap ulangan terdiri dari 10 ekor H. antonii. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung tingkat mortallitas H. antonii pada 1, 2, 3, dan 4 hari setelah aplikasi. Pengujian lapang dilakukan pada pertanaman jambu mete di Kebun Pecobaan Cikampek pada bulan Juni sampai Desember 2012. Pengujian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dengan perlakuan 4 formulasi insektisida nabati, 4 formulasi B. bassiana, 1 formulasi CEES, 1 formulasi insektisida sintetis deltametrin, dan 1 kontrol. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa minyak serai dapur dan nilam memiliki nilai efikasi lebih dari 70%. Strain Ed 6 dan Ed 7 B. bassiana memiliki nilai efikasi lebih dari 50% di rumah kaca. Sementara itu, nilai efikasi di lapang untuk pestisida nabati tidak ada yang memenuhi lebih dari 50%. Nilai efikasi B. bassiana strain BB lundi dan Ed 6 pada perlakuan bunga masing-masing 40,83 dan 35,84%. Nilai efikasi minyak pala dan Ed 6 pada perlakuan pucuk daun jambu mete bernilai 42 dan 30%.

Kata kunci: Beauveria bassiana, pestisida nabati, jambu mete, Helopeltis antonii

ABSTRACT

Helopeltis antonii (Hemiptera: Miridae) is one of the major obstacles cashew cultivation in Indonesia. Control of H. antonii can be performed using biological agents, such as Beauveria bassiana and botanical pesticides. This study aim is to obtain a botanical pesticide and B. bassiana that effective against H. antonii. Research conducted at the Laboratory of Pests and Diseases Research Group Research, Institute for Spices and Medicinal Plants Bogor, and Cikampek Garden Experiment, West Java in January to December 2012. In the first year (2012) will be tested on a laboratory scale (in the Laboratory of Entomology ISMP) and field (in the Cikampek GE.) Research is using Complete Randomized design with 8 treatments and 4 replications. Laboratory-scale treatment are lemon grass, lemon grass, clove, patchouli, and nutmeg, and as comparison using CEES (with the recommended concentration of 2 ml/l), a synthetic insecticide deltamethrin (concentration of 0.5 ml/l), and control. Each replicate consist of 10 imagos of H. antonii. The laboratory tests carried out two stages, namely preliminary and advanced testing. Testing in the laboratory performed two stages, namely preliminary and advanced testing. Preliminary test is testing of the toxicity of B. bassiana strains and carried out to determine the spore concentration range that can cause mortality of ≥ 80% of test insects. The strain and concentration range of B. bassiana obtained from a pilot tested on a laboratory scale cashew. Insect infestation H. antonii was done on cashews that have been sprayed with B. bassiana and gauze covered cages. Each test consists of 10 imagos of H. antonii. Observations made by calculating the mortallity of H. antonii at 1, 2, 3, and 4 days after application. Field testing was done on cashew crop in the Cikampek GE in June to December 2012. Testing using a randomized block design with four formulations of insecticide treatment plant, four formulations of B. bassiana, a formulation of CEES, a synthetic insecticide deltamethrin formulations, and control. Each treatment was repeated 4 times. These results can be concluded that the lemongrass and patchouli oil has efficatition value more than 70%. Ed Ed 6 and 7 of B. bassiana strain has effication value more than 50% in the greenhouse. Meanwhile, there was no botanical pesticide that has efficatin value no more than 50%. The effication values of B. bassiana strain BB lundi and Ed 6 on the flower treatment were 40.83 and 35.84%. Effication values of nutmeg oil and Ed 6 on the treatment of cashew leaf worth were 42 and 30%.

Key words: Beauveria bassiana, botanical pesticide, cashew, Helopeltis antonii

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *