KERAGAMAN MIKROBA AGEN PENGENDALI HAYATI PENYAKIT JAP TANAMAN JAMBU METE

KERAGAMAN MIKROBA AGEN PENGENDALI HAYATI PENYAKIT JAP TANAMAN JAMBU METE

M. Tombe, Sukamto, M. Mariana, Zulhisnain, dan N. Karyani

ABSTRAK

Penyakit jamur busuk akar putih (JAP) yang disebabkan oleh Rigidoporus lignosus, Fusarium oxysporum, dan F. solani merupakan penyakit utama dan merugikan di pertanaman jambu mete. Jamur ini menyerang tanaman jambu mete pada segala stadium pertumbuhan, baik pembibitan sampai tanaman yang sudah menghasilkan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kelompok Peneliti Hama dan Penyakit Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor pada bulan Januari sampai dengan Desember 2012. Tahap-tahap Pelaksanaan Kegiatan yaitu isolasi patogen JAP. Patogen JAP diisolasi dari bagian akar tanaman yang sakit serta tanah. Eksplorasi agensia hayati dilakukan di sentra produksi jambu mete yang terserang penyakit JAP. Agensia hayati dieksplorasi dari akar tanaman dan tanah disekitar perakaran tanaman jambu mete. Setelah didapatkan isolat kemudian dilakukan uji antagonis agensia hayati terhadap JAPsecara in vitro dan uji. Dari hasil observasi di lapang, JAP masih merupakan OPT utama sentra pertanaman jambu mete di Bali dan NTB dan telah menghancurkan pertanaman jambu mete di daerah observasi 70–80% dari total pertanaman jambu mete. Eksplorasi mikroorganisme dengan menggunakan empat media selektif, yaitu Sukrose Pepton Agar, Kings B, Media Aktinomiceteas, dan Media paraut P dengan menggunakan teknik dillution plate. Dari hasil isolasi ini telah berhasil dikulturkan sebanyak ± 1240 isolat. Isolat-isolat yang telah diperoleh dari rizosfera pertanaman jambu mete, kemudian di uji aktivitasnya. Hasil pengamatan menunjukan bahwa terdapat variasi total populasi mikroba yang diisolasi dari lokasi pengambilan sampel. Terdapat isolat yang memiliki potensi sebagai agen pengendali hayati jamur busuk akar putih. Dari semua sampel yang di dapat di lapang 13 isolat yang memiliki skor bintang 3 setelah di uji dengan dengan JAP, sedangkan untuk uji kompatibilitas didapatkan 8 isolat yang kompatibel satu sama lain.

Kata kunci: jamur akar putih, jambu mete, agensia hayati

ABSTRACT

White root fungus disease (JAP) caused by Rigidoporus lignosu, Fusarium solani, and F.  oxysporum is a major disease and harm in cashew plantations. This fungus attacks cashew at any stage of growth, both seedling to plant that already produces. The experiment was conducted at the Laboratory of Pests and Diseases Research Group of Spices and Medicinal Crop Research Institute, Bogor in January to December 2012. Stages of implementation activities ie isolation of the pathogen JAP. JAP pathogens isolated from the roots of diseased plants and soil. Exploration of biological agents conducted in cashew production centers of infected JAP. Explored biological agents from plant roots and soil around the plant roots cashew. Having obtained later isolates tested biological agents against JAP antagonism in vitro. Exploration microorganisms using selective media 4 is sucrose peptone Agar, Kings B, Media and Media paraut P Aktinomiceteas using techniques dillution plate. From the results of isolation has been successfully cultured isolates as much as ± 1240. Isolates have been obtained from cashew plantation rizosfera, then tested the activity. The results of these observations indicate that there is variation in the total microbial population isolated from the sampling site. There isolates that have potential as a biological control agent of white root fungus. Of all the samples that can be in the field with a score of 13 isolates 3 after the test with the JAP, whereas for compatibility testing eight isolates obtained are compatible with each other.

Keywords: white root fungus, cashew, biological agents

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *