Webinar Balittro Pemanfaatan Minyak Atsiri Sebagai Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (Opt)

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) melaksanakan webinar dengan tema Pemanfaatan Minyak Atsiri Sebagai Pengendali OPT. Terdapat 3 pembicara yang mengisi webinar ini yakni 2 peneliti dari Balittro dan 1 praktisi/pengusaha Nano Biopestisida. Pembicara pertama adalah Prof Dr. Agus Kardinan yang membahas tentang “Minyak atsiri sebagai antraktan serangga”, pembicara kedua yaitu Dr. Rita Noveriza yang memaparkan tentang “Minyak atsiri sebagai antivirus tanaman”.

Pembicara terakhir adalah Ifan Irsyad Arrahmani yang merupakan CEO PT Gelora Inti Rempah Indonesia yang menjelaskan tentang “Prospek dan bisnis Nano Biopestisida berbahan utama serai wangi”. Dengan moderator dipimpin langsung oleh Ibu Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Dr. Evi Savitri Iriani.

Acara webinar dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2020 pukul 14.00 WIB – 16.00 WIB di ruang rapat Myrtaceae, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat secara virtual via Zoom bekerjasama dengan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Acara webinar diikuti sebanyak 642 peserta dari berbagai penjuru di tanah air dengan berbagai disiplin ilmu mulai dari mahasiswa, peneliti, penyuluh, dosen, pengusaha/pelaku bisnis dan pihak swasta yang bergerak dibidang pestisida.

Di akhir acara, Dr Evi Savitri Iriani mengemukakan bahwa “Alam sudah menyediakan banyak potensi sumber daya untuk kita, tinggal bagaimana kita mau memanfaatkan bahan alami tersebut.  Semoga kita senantiasa mau belajar dan mengeksplore apa yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

Minyak atsiri adalah salah satu aspek yang harus dikembangkan karena bukan hanya metabolite sekunder yang memiliki manfaat untuk manusia. Masih banyak potensi yang bisa kita kembangkan lebih luas lagi. Mudah-mudahan dengan berbagai teknologi yang dihasilkan, maka pertanian ramah lingkungan akan lebih berkembang lagi karena dimasa depan pertanian ramah lingkungan merupakan daya saing Bangsa Indonesia di pasar global”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *