Prospek Budidaya Kapulaga

Bogor -Kapulaga menjadi salah satu bahan rempah yang banyak dibutuhkan masyarakat. Tak hanya untuk bahan masakan, kapulaga juga dibutuhkan untuk industri makanan, minuman hingga farmasi. Tertarik untuk mulai budidaya?

“Tanaman kapulaga merupakan tanaman perdu yang tumbuh baik pada kondisi ternaungi. Tanaman kapolaga menghendaki tanah subur, gembur dan berdrainase baik. Tanah seperti ini banyak di Indonesia pada berbagai ketinggian di bawah 1000 m di atas permukaan laut (dpl), curah hujan 2000-4000 mm per tahun,” beber peneliti Kapulaga dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Rosihan Rosman.

Di Indonesia sendiri, pertanaman Kapulaga tersebar di 20 propinsi di Indonesia, terluas di Jawa Barat 27 405 536 meter persegi dengan produksi 62.923.519 kg (62.923 ton).
Nilai ekspornya pun semakin meningkat hingga mencapai 6.248.064 kg (6.248 ton) dengan nilai 7.785.335 dollar Amerika. Di dalam negeri sendiri, kebutuhan kapulaga juga masih besar karena luasnya pemanfaatan di industri makanan, minuman dan farmasi. “Harganya per kg kapulaga kering antara Rp 90.000,- – Rp.110.000,” tambahnya.

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat mengidentifikasi setidaknya ada 3 kriteria daerah yang sesuai untuk budidaya tanaman kapulaga. Mulai dari kriteria Daerah Amat sesuai yaitu daerah yang memiliki ketinggian hingga 500 m dpl dengan curah hujan 2000-3000 mm/tahun. “Mulai dari daerah antara Bogor-Jakarta sampai Cirebon, Kabupaten Cianjur, Sebelah barat Sukabumi, Sebelah barat Serang, dan sekitar Ciamis,” tutur Rosihan.

Kemudian kriteria daerah sesuai yaitu daerah yang memiliki ketinggian hingga 500 m dpl dengan curah hujan 2000-4000 mm/tahun. “Ada di sekitar Pandeglang, Bogor, Utara Bandung, Selatan Sukabumi, Sumedang, Garut, Majalengka dan Ciamis,” tambahnya.

Hingga kriteria daerah hampir sesuai yaitu daerah yang memiliki ketinggian hingga 500 m dpl dengan curah hujan 2000-5000 mm/tahun yang terletak di Timur Pandeglang, selatan Serang hingga sekitar Kabupaten Bogor, Selatan Sukabumi, Selatan Cianjur.

Lantas bagaimana cara budidayanya?

Metode Budidaya

Agar bisa menghasilkan tanaman kapulaga yang menghasilkan, Anda harus mengetahui cara budidayanya dengan baik dan benar. Dimulai dari memilih bibit kapulaga.
“Bisa secara generatif persemaian biji atau vegetatif dari anakan. Perbanyakan generatif melalui biji lebih lama waktunya. Sebaiknya dari vegetatif berupa anakan,” beber Rosihan.

Bahan tanam dari biji memerlukan persemaian lebih dahulu dan memakan waktu 3-4 bulan tergantung media tanam. Bahan tanam dari biji dipindahkan kelapang, menunggu hingga tinggi mencapai 30-50 cm. Sebaliknya jika menggunakan vegetatif, dari anakan yang telah mencapai tinggi 30-50 cm dan dalam kondisi sehat.

Tanaman kapulaga selama tumbuhnya menghendaki lindungan/naungan. Oleh karenanya sebelum ditanam terlebih dahulu dipersiapkan pohon pelindung. Pohon pelindung dapat berupa pohon sengon, kelapa, petai dan sebagainya.

“Jarak tanam 1 x 2 meter, 1,5 x 2 meter atau 1 x 2,5 meter. Sebelum tanam dipersiapkan lubang tanam dengan ukuran 30×30 x30 cm. Bibit berupa anakan ditanam seminggu setelah tanah dicampur pupuk kandang sebanyak 0,5 kg per lubang tanam,” jelasnya.

Pemupukan merupakan upaya untuk meningkatkan kebutuhan hara agar tanah menjadi lebih subur. Pemupukan diberikan awal tanam berupa pupuk organik di sekitar tanaman. “Untuk memenuhi kebutuhan hara selama pertumbuhannya, selain pupuk organik dapat diberikan pupuk anorganik. Pupuk anorganik dapat diberikan dengan dosis 40 g urea dan 40 g TSP,” tambahnya.

Pemeliharaan pun tidak sulit, masa panen dan penangan pascapanennya lebih cepat

Mudah Pemeliharaan

Pemeliharaaan meliputi, penyiraman, penyulaman, penyiangan, pengemburan, dan pemupukan. Penyulaman ditujukan untuk mengganti tanaman yang mati atau tidak baik tumbuhnya. Penyiraman diperlukan pada saat tanaman masih muda dan kondisi kering.

Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma yang tumbuh disekitarnya. Gulma dapat menggangu pertumbuhan tanaman. Adanya gulma terjadi persaingan dalam mengambil unsur hara tanah. Selain itu gulma akan mengganggu perkembangan buah. Penggemburan dilakukan agar tanaman dapat berbuah lebih banyak dan akar tumbuh dengan baik. Penggemburan dilakukan pada saat musim hujan.

Panen kapulaga dilakukan setelah tanaman berumur 1,5-2 tahun hingga umur 10 sampai 15 tahun. Buah berbentuk bulat berukuran 1 cm yang bergerombol di atas permukaan tanah, jumlahnya berkisar 10-20 buah per gerombol.

Buah yang dipanen dipipil (dilepas dari tangkai atau dompolannya). Buah dibersihkan kotorannya dan dicuci. Setelah itu, diletakan pada tampah atau tempat lainnya, untuk siap dijemur. Buah yang sudah bersih dijemur hingga kering pada sinar matahari.

Pengolahan hasil umumnya dilakukan berulang-ulang hingga beberapa hari. Pada kondisi cuaca baik (tidak hujan), penjemuran dilakukan 4-5 hari, sedangkan bila cuaca agak kurang baik atau musim penghujan, pengeringan memerlukan waktu 6-8 hari.

Selama proses pengeringan, penyimpanan ketika malam hari, buah tidak ditumpuk, melainkan tetap pada tempat penjemurannya. Hal ini dimaksudkan agar buah tidak busuk.

Gimana?Tertarik untuk mulai budidaya Kapulaga?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *