Cegah Corona dengan Obat Kumur dan Hand Sanitizer Berbahan Daun Sirih

Berbagai bahan alami dikreasikan untuk membuat hand sanitizer yang digunakan untuk menangkal virus Corona. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) berhasil memformulasi obat kumur dan hand sanitizer berbahan daun sirih.

Virus Corona, memiliki ciri khas yang sedikit berbeda dari virus flu pada umumnya. Virus ini menyumbat saluran-saluran  pernafasan dengan lendir kental yang mengeras dan memblokir saluran pernafasan dan paru-paru.

“Virus bisa masuk kedalam sistem tubuh melalui mulut, dan bertahan di tenggorokan selama 3 atau 4 hari sebelum pindah ke paru-paru. Jadi sebelum pindah ke paru-paru atau sebelum masuk ke tenggorokan maka dapat kita cegah menggunakan air perasan daun sirih,” ungkap peneliti hand sanitizer berbahan alami dari Balittro, Rita Noveriza.

Secara tradisional, daun sirih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia untuk mengobati masalah di saluran pernafasan seperti penyakit asma, radang tenggorokkan, batuk, dan penyakit Bronchitis.

“Penggunaan secara tradisional biasanya dengan merebus daun sirih kemudian air rebusan digunakan untuk kumur atau membersihkan bagian tubuh lain, atau daun sirih dilumatkan kemudian ditempelkan pada luka,” tuturnya.

Diketahui kandungan daun sirih adalah minyak atsiri yang terdiri dari hidroksi kavikol, kavibetol, estargiol, eugenol, metileugenol, karvakrol, terpen, seskuiterpen, fenilpropan dan tanin.

Ekstrak daun sirih kini telah dikembangkan dalam beberapa bentuk misalnya pasta gigi, sabun, obat kumur karena daya antiseptiknya. Sediaan perasan, infus, ekstrak air-alkohol, ekstrak heksan, ekstrak kloroform maupun ekstrak etanol dari daun sirih mempunyai aktivitas antibakteri terhadap gingivitis, plak dan karies.

Hand Sanitizer

Rebusan dari daun sirih juga bisa sebagai alternatif hand sanitizer karena memiliki kandungan antimikroba sehingga bisa dimanfaatkan dalam kondisi sulit mendapatkan etanol sebagai bahan baku hand sanitizer.  

Hasil pengujian hand sanitizer berbahan baku air rebusan daun sirih dan ditambahkan gel lidah buaya serta minyak pala menunjukkan daya hambat yang kategori sedang terhadap Escherichia coli dan Salmonella spp.

Daya hambatnya tidak berbeda dengan hand sanitizer komersial. Potensi pengunaan air perasan daun sirih ini sebagai obat kumur dan hand sanitizer perlu kita maksimalkan sebagai pengganti etanol.

Sementara itu Kepala Balitbangtan, Dr.Ir.Fadjry Djufry M.Si dalam pernyataannya mengharapkan agar semua unit kerja maupun Balai yang ada di lingkup Balitbangtan untuk menyiapkan berbagai produk sanitizer, desinfektan maupun handsoap dari berbagai bahan alam yang memang memiliki kemampuan antimikroba.  Nantinya semua produk ini akan dibagikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *