Selain Cantik Ini Segudang Manfaat Bunga Telang

Tanaman yang satu ini, Kembang Telang (Clitoria ternatea), famili Fabaceae,  memang belum dibudidayakan secara luas dan pemanenannya masih dari alam. Tapi, ternyata memiliki banyak manfaat untuk obat tradisional. Mulai dari obat mata sampai anti tumor. 

Kembang telang merupakan tanaman merambat, lebih umum dikenal masyarakat sebagai pewarna biru alami.  Namun, kembang telang selama ini juga telah banyak digunakan secara empiris di Indonesia sebagai bahan jamu.  

Bunga telang tidak hanya dimanfaatkan sebagai obat tradisional di Indonesia tetapi di negara-negara lain di Asia, Amerika dan Afrika.

Bagian tanaman yang paling sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional adalah bunga yang diklaim memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi dan analgesik, antiparasit, antidiabetes, anti-kanker, antihistamin, immunomodulator, antidepresan, anticonvulsant dan antistres. 

Bahan aktif yang terkandung di dalamnya diantaranya  tanin, flobatanin, karbohidrat, saponin, triterpenoid, fenolflavanoid, flavanol glikosida, protein, alkaloid, antrakuinon, antisianin, stigmasit 4-ena-3,6 dion, minyak volatil dan steroid. Komposisi asam lemak meliputi asam palmitat, stearat, oleat lonoleat, dan linolenat.

Berdasarkan beberapa literatur dan analisis bioinformatik, ternyata kembang telang juga berpotensi sebagai antivirus, salah satunya untuk virus Corona.

Kandungan bahan aktif bagian bunga yang berpotensi sebagai antivirus adalah Quercetin 3-(2G-rhamnosylrutinoside) yang menghambat aktivitas 3CLpro (proteinase utama) pada virus.

3CLpro berperan penting dalam kelangsungan hidup virus.  Namun, tentunya perlu diperhatikan bahwa potensi kembang telang sebagai antivirus masih perlu dibuktikan dengan pengujian pra klinis dan klinis maupun pengujian lainnya untuk pembuktiannya secara ilmiah.

Daerah penyebaran kembang telang di Indonesia terutama di Jawa, Sumatera, Maluku dan Sulawesi.  Kembang telang tumbuh di daerah tropis, dataran rendah dengan ketinggian 0-1800 m dpl), suhu 19-28°C, kebutuhan curah hujan normal 1500 mm/tahun, toleran kekeringan dan masih dapat tumbuh pada pada daerah dengan curah hujan 500-900 mm/tahun, tidak tahan genangan. 

Umumnya dapat ditemukan di hutan, semak, pinggiran sungai, kebun, halaman rumah dan di tempat-tempat lainnya. Karakteristik tanah yang sesuai untuk pertumbuhannya adalah tanah subur, gembur dengan pH 5,5-8,9.

Cara Budidaya

Budidaya kembang telang sebenarnya tidak sulit kendati belum banyak. Perbanyakan tanaman dilakukan melalui biji.  Biji yang telah masak disemai dalam media pasir selama 1 minggu, kemudian dipindahkan ke polibag dengan media tanah : pupuk kandang (1:1).  

Tanaman yang telah berumur 1 bulan dapat dipindahtanamkan ke lapangan.  Tajar dari bambu atau tanaman lainnya yang umum digunakan sebagai tiang panjat, disiapkan terlebih dahulu sebelum penanaman.  Tanaman kembang telang mulai berbunga pada umur 5-6 bulan dan tidak mengenal musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *