PERAKITAN GALUR/MUTAN JAHE PUTIH KECIL TOLERAN BERCAK DAUN >70%, PRODUKTIVITAS > 12 T/HA DAN KADAR MINYAK ATSIRI > 3.5% DENGAN TEKNIK IRRADIASI

PERAKITAN GALUR/MUTAN JAHE PUTIH KECIL TOLERAN BERCAK DAUN >70%, PRODUKTIVITAS > 12 T/HA DAN KADAR MINYAK ATSIRI > 3.5% DENGAN TEKNIK IRRADIASI

N. Bermawie, D. Wahyuno, D. Manohara, N. L. Wahyuni, S. Purwiyanti, R. Arismaya, dan Suryatna

ABSTRAK

Penyakit bercak daun pada jahe telah menyerang hampir seluruh sentra produksi jahe di Indonesia. Walaupun penyakit ini tidak mematikan tanaman, namun intenstitas serangan yang tinggi pada tanaman muda dapat menurunkan produksi dan mutu jahe.  Perakitan varietas tahan merupakan salah satu cara untuk mengendalikan penyakit tersebut, namun terkendala oleh keragaman genetik plasma nutfah yang rendah.  Peningkatan keragaman genetik dapat dilakukan melalui induksi mutasi dengan irradiasi sinar gamma. Keberhasilan induski mutasi dengan sinar gamma sangat dipengaruhi oleh radisosensitivitas tanaman.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis irradiasi optimum yang dapat menimbulkan ketahanan pada jahe melalui dua tahap.  Tahap pertama, dilakukan orientasi dosis untuk mengetahui kisaran dosis yang dapat meningkatkan ketahanan pada jahe.  Dua aksesi jahe (A1 dan A2) diiradiasi dengan sinar gamma dengan interval 5 Gy, yaitu dosis 0,5,10,15,20 dan 25 Gy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aksesi A2 lebih respon terhadap irradiasi dibandingkan dengan Aksesi A1.  Perlakuan irradiasi dosis  5-15 Gy pada Mv1 menghasilkan populasi dengan ketahanan > 70 % namun bobot rimpang dan kadar minyak atsiri lebih rendah kontrol. Penanaman Mv2 pada tahun 2012 menghasilkan tiga populasi yang memiliki tingkat ketahanan > 70 % dan bobot rimpang yang setara bahkan lebih baik dari kontrol dan mutu sesuai standar MMI.  Pada tahap kedua, dilakukan irradiasi untuk mendapatkan dosis optimum pada aksesi A2 dengan interval dosis lebih sempit 2 Gy, yaitu  dosis irradiasi (0, 5, 7, 9, 11,13 dan 15 Gy) menghasilkan tiga populasi dengan tingkat ketahanan > 70 % dan bobot rimpang normal.  Dari dua tahap tersebut diperoleh 6 populasi harapan yang memiliki tingkat ketahanan > 70 % dengan bobot rimpang dan mutu lebih baik dari kontrol, yang kemudian dipilih untuk di uji ketahanannya di tiga daerah endemik di Sumedang, Cicurug dan Sukamulya.

Kata kunci: Jahe, irradiasi sinar gamma, ketahanan, bercak daun, hasil, radiosensitivitas

ABSTRACT

Leaf blight is one of the major constrains in ginger cultivation and has attacked almost all ginger production centres in Indonesia.  Although this disesase did not cause plant to die, but high disease attacks on young plants caused reduction in yield and quality of ginger. Crop improvement for tolerant varieties was hampered by low genetic variability in ginger germplasm. Broadened genetic variability may be done by mutation induction using gamma irradiation. The success of mutation induction using gamma irradiation was influenced by radiosensitivity. The research was undertaken aimed at obtaining optimum irradiation doses which could induce tolerance in ginger. The first step was aimed at obtaining irradiation dose range to improve resistance in ginger by irradiating two accession (A1 and A2) at 5 Gy interval, i.e 0, 5, 10, 15, 20 and 25 Gy. The results indicated that A2 was more responsive to irradiation than A1. Population Mv1 obtained from irradiation at 5-15 Gy resulted in an increase in tolerance by >70 % but rhizome weight and quality was lower than control. The Mv2 generation planted in 2012 could result in an increase in rhizome weight and quality better than control and level of tolerance was > 70 %. At the second step, A2 was aimed at obtaining optimum irradiation dose by irradiating with 2 Gy interval, i.e. 0,5,7,9,11,13 and 15 Gy. The Mv1 population could result in three populations having tolerance >70% and rhizome weight and quality better than control. From these two activities, six promising populations with high rhizome weight and quality and having tolerance > 70 % have been obtained.  These populations were selected to be tested at three endemic sites at  Sumedang, Cicurug and Sukamulya.

Keywords: Ginger, gamma irradiation, tolerance, leaf blight, yield, radiosensitivity

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *