PENINGKATAN RAGAM GENETIK LADA DENGAN APLIKASI MUTASI FISIK DAN KIMIA UNTUK MENDAPATKAN MUTAN PRODUKSI TINGGI TAHAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG

PENINGKATAN RAGAM GENETIK LADA DENGAN APLIKASI MUTASI FISIK DAN KIMIA UNTUK MENDAPATKAN MUTAN PRODUKSI TINGGI TAHAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG

N. Nova K., S. F. Syahid dan T. Arlianti

ABSTRAK

Penelitian untuk meningkatkan keragaman genetik selain dengan hibridisasi dapat juga dilakukan dengan teknik buatan; yakni menggunakan mutasi fisik dan kimia. Pada kegiatan ini, mutasi fisik dilakukan menggunakan radiasi sinar gamma dan mutasi kimia dengan kolkhisin bertujuan untuk mendapatkan varian baru; dan juga dengan aplikasi mutasi melalui jalur in vitro. Perlakuan radiasi sinar gamma diberikan pada biji dengan dosis radiasi 0; 50; 100 dan 150 Gy masing=masing perlakuan digunakan 1000 biji. Sementara aplikasi mutasi kimia dilakukan dengan 2 cara yakni konvensional menggunakan biji dan in vitro menggunakan tunas lada steril. Melalui teknik konvensional, biji lada direndam dengan kolkhisin selama 4 jam dengan konsentrasi 0; 0,01; 0,03 dan 0,05%, selanjutnya disemai pada bak pasir. Masing-masing terdiri atas 300 biji. Sementara dengan cara in vitro, tunas lada satu ruas direndam pada larutan kolkhisin dengan konsentrasi 0; 0,01; 0,03 dan 0,05% direndam selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan Pada semua perlakuan dan kontrol, biji berkecambah dimulai pada hari ke-20 dan pertumbuhan setelah hari ke-50, mulai menurun. Pertumbuhan benih lada hasil aplikasi sinar gamma 50 Gy lebih tinggi dibandingkan kontrol, sementara pada dosis 150 Gy pertumbuhan benih sangat rendah, sehingga LD-50 berada di antara 100 – 150 Gy. Pada perlakuan kolkhisin, konsentrasi 0,01% dan 0,05% mampu memperbaiki perkecambahan benih dibandingkan dengan kontrol. Tetapi respon berkecambah benih lada pada konsentrasi 0,03% lebih rendah dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi kolkhisin pada tunas lada dapat dilakukan pada semua taraf konsentrasi dengan keberhasilan aklimatisasi 88 – 100% di rumah kaca.

Kata kunci: Peningkatan, ragam genetik, lada, mutasi, sinar gamma, kolkhisine

ABSTRACT

Research to improve the genetic diversity than the hybridization can also be done with artificial techniques; namely using physical and chemical mutation. In this activity, physical mutation performed using gamma radiation and chemical mutation with kolkhisin aims to obtain a new variant, and also with the application through in vitro mutation. Gamma ray radiation treatment given at a dose of radiation seed 0, 50, 100 and 150 Gy respectively = 1000 seeds each treatment used. While the application of chemical mutation is done in 2 ways ie using conventional seeds and shoots of pepper in vitro using sterile. Through conventional techniques, with kolkhisin pepper seeds soaked for 4 hours at concentrations of 0, 0.01; 0.03 and 0.05%, further sowing the sandbox. Each consisting of 300 seeds. While the manner in vitro, shoots pepper soaked in a solution of one segment kolkhisin with concentrations of 0, 0.01; 0.03 and 0.05% soaked for 24 hours. The results showed In all treatment and control, seed germination began on day 20 and growth after the 50th day, began to decline. Pepper seed growth application results 50 Gy of gamma rays is higher than the control, while at a dose of 150 Gy seed growth is very low, so the LD-50 is between 100-150 Gy. At kolkhisin treatment, the concentration of 0.01% and 0.05% were able to improve seed germination compared to controls. But the response of pepper seeds germinate at a concentration of 0.03% is lower than the controls. Kolkhisin application on pepper buds can be done at all levels of concentration with acclimatization success of 88-100% in the greenhouse.

Keywords: Improvement, genetic diversity, pepper, mutation, gamma rays, kolkhisine

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *