UJI ADAPTASI LADA HIBRIDA TAHAN PENYAKIT BPB DI TIGA LOKASI DENGAN PRODUKTIVITAS >6 TON/HA/TAHUN

UJI ADAPTASI LADA HIBRIDA TAHAN PENYAKIT BPB DI TIGA LOKASI DENGAN PRODUKTIVITAS >6 TON/HA/TAHUN

N. Nova K., R. T. Setiyono, E. Hadipoentyanti, D. Manohara, L. Udarno, J. Darajat,R. Heriyanto, R. Arismaya, T. Sugandi, Sumarko, C. Firman

ABSTRAK

Produksi lada nasional sampai saat ini terus menurun dan berdampak pada pendapatan petani. Salah satu faktor penyebab adalah penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) pada tanaman lada yang disebabkan oleh Phytophthora capsici. Pengendalian sampai saat ini masih belum memuaskan, karena keragaman genetik tanaman lada masih sempit. Saat ini telah didapat 60 lada hibrida, dan telah terseleksi 4 klon hibrida yang siap diuji di tiga tipe agroekologi lada. Klon lada hibrid yang diuji tersebut adalah  LH 37-16, LH 4-5-5, LH 6-2 dan LH N2 x BK (1) dengan pembanding Natar 1, yang ditanam di tiga lokasi yakni di desa Tulung Lancip Sukadana-Lampung Timur, Kebun Percobaan Natar BPTP Lampung Selatan dan Kebun Percobaan Balittri di Cahaya Negeri – Lampung Utara. Masing-masing dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 m dan diulang 3 kali dan setiap ulangan terdiri atas 25 tanaman. Hasil penelitian memperlihatkan  karakter tinggi tanaman, jumlah cabang primer dan sekunder yang berinteraksi dengan lingkungan. Dari hasil pertumbuhan karakter tinggi tanaman, jumlah cabang primer dan malai berinteraksi antara genotif; sementara produksi dipengaaruhi oleh lingkungan dan genotif. dengan lingkungan. Dari hasil uji adaptasi di 3 lokasi, produksi lada hibrida untuk tahun ini lebih rendah dari pembanding Natar 1, tetapi produksi LH 4-5-5- dan LH 6-2 lebih tinggi dibandingkan dengan 2 klon lada hibrida lainnya. Produksi lada tertinggi didapat pada lokasi Natar – Lampung Selatan.

Kata kunci: Lada, hibrida, klon, uji adaptasi, tahan penyakit, produksi

ABSTRACT

National pepper production to date continues to decline and the impact on farmers’ income. One factor is the Stem Rot disease (BPB) on pepper plants caused by Phytophthora capsici. Control is still not satisfactory, because the pepper crop genetic diversity is still narrow. Currently has obtained 60 pepper hybrids, and hybrids have been selected 4 clones are ready to be tested in three types of pepper agroecology. Pepper hybrid clones were tested in the 37-16 LH, LH 4-5-5, 6-2 LH and LH BK N2 x (1) by comparison Natar 1, which is planted in three locations namely in the village Tulung Ujung of East Lampung Sukadana, Natar Experimental Farm and Gardens BPTP South Lampung BALITTRI experiments in Light District – North Lampung. Each with a spacing of 2.5 x 2.5 m and was repeated 3 times and each replication consisted of 25 plants. The results showed plant height, number of primary and secondary branches that interact with the environment. From the result of the growth of plant height, number of primary branches and panicle interaction between genotype, while production is influenced by environment and genotype by environment. Adaptation of the test results in 3 locations, hybrid pepper production for this year is lower than the comparison Natar 1, but the production of LH 4-5-5 – 6-2 and LH higher than the other 2 hybrid clones pepper. Highest pepper production location obtained at Natar – South Lampung.

Keywords: Pepper, hybrids, clones, test adaptation, disease resistance, production

Download pdf,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *